KONAWE, PersKpkNews.com – Di tengah isu ketahanan pangan nasional dan ancaman musim El Nino, Perum Bulog Kantor Cabang Unaaha, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, justru mencatatkan prestasi gemilang.
Dalam wawancara eksklusif bersama Tim Jurnalis pada Selasa 8 September 2026 pukul 16.53 WITA, Pimpinan Perum Bulog Unaaha Hendra Dionisius, membeberkan data dan strategi penyerapan gabah petani yang membuat Unaaha menjadi cabang terbaik di Sulawesi Tenggara.
GABAH KERING PANEN 65 RIBU TON, TERBESAR DI SULTRA
Sampai hari ini Bulog Kantor Cabang Unaaha masih terus melakukan penyerapan gabah hasil panen petani, ujar Pimpinan Bulog Unaaha di awal wawancara.
Sampai hari ini realisasinya sekitar 65 ribu ton gabah kering panen atau 33 ribu ton setara berasnya.
Angka ini bukan main-main. Dengan realisasi tersebut, Bulog Unaaha merupakan kantor cabang dengan realisasi pencapaian terbesar di Sulawesi Tenggara, yang sudah mencapai 73 persen dari target yang diberikan oleh Kantor Wilayah sebesar 88 ribu ton.
Artinya, dari target 88 ribu ton, Unaaha hampir menyelesaikan tugasnya, sementara cabang lain masih di bawahnya.
POLA SINERGI JITU: BABINSA DAN BHABINKAMTIBMAS JADI MATA DAN TELINGA BULOG
Bagaimana Bulog Unaaha bisa memetakan titik panen kecil di pelosok Konawe yang luas?
Pimpinan Bulog menjelaskan pola sinergi yang sangat rapi dengan TNI-Polri.
Jadi terkait dengan serapan gabah itu Bulog kerjasama dengan TNI melalui Babinsa. Kemudian terkait dengan penyerapan jagung itu Bulog kerjasama dengan Bhabinkamtibmas, jelasnya.
Secara teknis, TNI Angkatan Darat melalui Babinsa yang mengikuti kegiatan memantau perkembangan panen di lapangan, kemudian memberikan informasi kepada Bulog terkait dengan waktu panen, kemudian harga yang ada atau berlaku di lapangan pada saat itu.
Nah berdasarkan informasi inilah kami menurunkan tim ke lapangan untuk mengecek sekaligus melakukan penyerapan seperti yang kami lakukan pada saat itu.
Pola ini efektif untuk mematahkan permainan tengkulak yang sering menekan harga petani di saat panen raya. Begitu Babinsa lapor ada panen, tim Bulog langsung turun dengan harga pemerintah.
STOK 30 RIBU TON AMAN, BANTUAN PANGAN 985 TON UNTUK KONAWE
Terkait penyaluran bantuan pangan, Bulog Unaaha memegang peran vital.
Dari total 324.272 Penerima Bantuan Pangan PBP se-Sulawesi Tenggara, Bulog menyiapkan 9.728 ton untuk 3 bulan penyaluran Juli sampai September.
Untuk stok, Pimpinan Bulog memastikan aman.
Kalau untuk kebutuhan penyaluran pasti cukup karena stok Bulog Unaaha sampai hari ini itu sekitar 30 ribuan ton, itu sangat-sangat cukup untuk melakukan penyaluran bantuan pangan maupun penyaluran beras SPHP, tegasnya.
Khusus Kabupaten Konawe, jumlah PBP sebanyak 32.861 penerima dengan total pagu beras sebanyak 985 ton.
Nah dari 28 kecamatan sudah tersalur 20 kecamatan, yang 8 kecamatannya sedang berproses juga untuk didistribusikan kemudian dibagikan kepada penerimanya.
Artinya, 71 persen kecamatan di Konawe sudah menerima bantuan pangan.
Masyarakat tak perlu khawatir soal harga beras.
Jadi Bulog tetap di saat musim yang masuk di musim El Nino ini, Bulog tetap berupaya untuk maksimal melakukan penyerapan, mudah-mudahan panen tahun ini berjalan baik dan sukses sehingga apa yang digalakkan pemerintah yaitu swasembada pangan berkelanjutan betul-betul bisa kita wujudkan di tahun ini, harapnya.
Kemudian terkait dengan harga beras, masyarakat tidak perlu khawatir karena hari ini Bulog memegang stok terbesar di Indonesia, ini stok terbesar dalam sejarah, jadi masyarakat tidak perlu khawatir karena pemerintah juga menggelontorkan beras bantuan pangan, kemudian beras-beras SPHP, kemungkinan besar juga ke depan akan ada beras SPHP premium dan saat ini juga sedang jalan jagung SPHP.
WILAYAH KERJA HANYA KONAWE
Pimpinan Bulog juga meluruskan, Bulog Kantor Cabang Unaaha wilayah kerjanya hanya di Kabupaten Konawe. Untuk Konawe Utara dan Konawe Kepulauan ikut dengan Kantor Wilayah Sulawesi Tenggara.
Dengan demikian hasil wawancara ini mengungkap 3 hal besar:
Pertama, Konawe adalah lumbung pangan Sultra yang sesungguhnya. 65 ribu ton gabah kering panen dari Konawe adalah bukti bahwa Konawe Bersahaja bukan slogan kosong.
Kedua, Sinergi Babinsa-Bulog adalah kunci swasembada. Tanpa Babinsa sebagai mata di lapangan, Bulog akan kesulitan memetakan panen. Ini adalah model kolaborasi pertahanan dan ketahanan pangan yang ideal.
Ketiga, Stok 30 ribu ton adalah jaminan stabilitas harga. Di saat isu beras mahal mencuat nasional, Konawe aman karena Bulog Unaaha memegang stok terbesar dalam sejarah Bulog Indonesia.
Dengan demikian, Masyarakat Konawe tak perlu khawatir harga beras, Bulog pegang stok terbesar sepanjang sejarah Indonesia. Segera ada beras SPHP premium dan jagung SPHP.
El Nino datang, Bulog tetap maksimal serap demi swasembada pangan berkelanjutan.
Laporan: Aby Razak
