JAKARTA, PersKpkNews.com – Pemerintah telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp 335 triliun untuk pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada 2026, sebagai upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Program ini akan dilaksanakan mulai tanggal 1 Februari 2026 dan akan menargetkan 55 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa program MBG merupakan salah satu program prioritas pemerintah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
“Program Makan Bergizi Gratis ini merupakan salah satu program prioritas pemerintah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia,” kata Prasetyo usai retret kabinet sekaligus Taklimat Awal Tahun dari Presiden Prabowo Subianto, di Padepokan Garuda Yaksa, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (6/1/2026).
Presiden Prabowo Subianto mengeklaim program MBG telah mencapai 55 juta penerima manfaat sejak dicanangkan pada 6 Januari 2025 dan berhasil 99,99 persen.

Ia meminta Badan Gizi Nasional (BGN) untuk meningkatkan prosedurnya dalam pelaksanaan program MBG agar tidak ada kesalahan yang diterima penerima manfaat.
“Beliau (Prabowo) menghendaki untuk disiplin prosedur itu ditingkatkan. Karena menurut catatan dari Kepala BGN di bulan Desember masih ada kurang lebih 15 kejadian, yang Bapak Presiden meminta semaksimal mungkin ini tidak boleh lagi terjadi kejadian-kejadian yang tidak diinginkan,” ujar Prasetyo.
Prabowo menekankan pentingnya menghilangkan kelaparan dan kemiskinan, mengingat bahwa 1 dari 5 anak Indonesia masih kekurangan gizi. Ia mengingatkan kata-kata Presiden Soekarno, “The hungry stomach cannot wait”, yang berarti perut yang lapar tidak bisa menunggu.
Program MBG ini diharapkan dapat terus disempurnakan untuk mencapai zero defect. Pemerintah terus mengatasi kekurangan dan penyimpangan dalam program ini.
Laporan: Aby Razak
