MUARA BUNGO — KPK NEWS INDO. Masyarakat Kabupaten Bungo mengeluhkan pelayanan di SPBU dengan nomor seri 24.372.21 yang berlokasi di SKB. Diduga pihak pengelola SPBU lebih memprioritaskan melayani para penimbun atau pelangsir BBM solar dibandingkan melayani kendaraan masyarakat umum.
Keluhan yang beredar di masyarakat menyebutkan, bahkan diduga kuat pihak SPBU memperjualbelikan nomor antrian khusus kepada para pelangsir. Harga jual solar subsidi kepada pelangsir disebut mencapai Rp7.300 per liter, lebih tinggi dari harga resmi yang seharusnya.
Akibat didahulukannya para pelangsir, antrian kendaraan menjadi sangat panjang hingga menumpuk ke jalan raya. Kondisi ini menyebabkan kemacetan lalu lintas di jalur strategis Jalan Lintas Sumatera, dan sangat mengganggu kenyamanan serta keselamatan pengguna jalan lainnya.
Warga khawatir situasi ini akan memicu keributan di antara para pelangsir yang berebut pasokan BBM. “Sudah sering terjadi ketegangan di lokasi tersebut. Kami takut suatu saat akan terjadi bentrokan yang membahayakan warga sekitar,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.
Selain itu, warga juga meminta perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Bungo melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Di depan sejumlah SPBU di Kabupaten Bungo, diduga marak penjualan eceran BBM subsidi yang dijual dengan harga lebih tinggi kepada masyarakat. Praktik ini dinilai merugikan masyarakat luas karena pasokan subsidi justru berkurang di lokasi resmi.
Permintaan Masyarakat:
– ✅ Aparat Penegak Hukum segera menertibkan dugaan pelanggaran di SPBU No. 24.372.21 SKB
– ✅ Pertamina Patra Niaga segera melakukan evaluasi, bahkan menghentikan sementara pasokan BBM jika terbukti ada pelanggaran
– ✅ Satpol PP Kabupaten Bungo menertibkan penjual eceran BBM ilegal di depan SPBU-SPBU se-Kabupaten Bungo
Masyarakat berharap pihak berwenang segera bertindak tegas agar BBM subsidi tepat sasaran dan ketertiban umum tetap terjaga.CEO
Masyarakat Bungo Keluhkan Dugaan Praktek Tidak Adil di SPBU SKB No. 24.372.21, Antrian Panjang Hingga Ganggu Jalan Lintas Sumatera
