*Hotspot Karhutla di OKI Turun Jadi 48 Titik, Polres OKI
Tak Kendurkan Pencegahan*
OKI — Jumlah titik panas atau hotspot kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) menurun. Berdasarkan data Sipongi pada 14 September 2026, terpantau 48 titik hotspot di wilayah tersebut.
Penurunan itu belum membuat Polres OKI mengendurkan langkah. Patroli tetap digelar, edukasi kepada masyarakat diperkuat, sementara personel disiapkan untuk bergerak cepat ketika menemukan titik api.
Polres OKI juga menggencarkan upaya pencegahan dengan mengingatkan masyarakat agar tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Sosialisasi dilakukan di sejumlah wilayah yang dinilai rawan karhutla.
Di lapangan, personel kepolisian bersama unsur terkait terus memantau titik-titik yang terindikasi sebagai hotspot. Jika ditemukan api, petugas langsung melakukan penanganan dan pemadaman untuk mencegah api meluas.
Kapolres OKI AKBP Eko Rubiyanto mengatakan penurunan jumlah hotspot merupakan perkembangan positif, namun belum menjadi alasan untuk lengah. Menurut dia, pencegahan harus berjalan bersamaan dengan respons cepat di lapangan.
“Penurunan hotspot tentu menjadi kabar baik. Namun, kewaspadaan harus tetap dijaga. Kami terus melakukan patroli, edukasi dan pemadaman terhadap titik api yang ditemukan. Keselamatan personel adalah utama,” katanya
Ia juga mengajak masyarakat ikut menjadi bagian dari upaya pencegahan karhutla. Sebab, api yang kecil dapat dengan cepat membesar ketika bertemu lahan kering, angin dan kondisi cuaca yang mendukung.
Bagi Polres OKI, angka 48 bukan garis akhir. Hotspot boleh turun, tetapi patroli dan kewaspadaan tetap berjalan.
