PANDEGLANG —kpktipikornews-Semangat melestarikan warisan budaya leluhur terus berkobar di tanah Banten. Padepokan Putra Siliwangi
DPC Kesti TTKKDH Kecamatan Labuan secara konsisten dan penuh tanggung jawab menjaga, merawat, dan mewariskan tradisi sakral Keceran Cimande — sebuah warisan yang bukan sekadar seni bela diri, melainkan jati diri, falsafah hidup, dan identitas masyarakat Banten yang turun-temurun dijaga oleh para sesepuh
Keceran dalam bahasa dan kearifan budaya masyarakat Banten berarti kejernihan, ketulusan, kemurnian hati, serta cahaya yang menerangi. Tradisi ini merupakan prosesi sakral yang erat kaitannya dengan Pencak Silat
Cimande salah satu aliran silat tertua di Nusantara, yang lahir dan berkembang di wilayah Sungai Cimande, Kabupaten Lebak, Banten.
Keceran bukan sekadar seremoni tahunan. Ia adalah ritual spiritual sekaligus momentum silaturahmi antar-paguron pencak silat, di mana para pendekar berkumpul untuk Membersihkan dan menyucikan diri serta niat — baik secara spiritual maupun moral
empud fudori selaku sekjen DPD kesti TTKKDH kabupaten pandeglang sekaligus pendiri padepokan putra seliwangi menyampaikan dalam sambutan nya kesti TTKKDH dan BPPKB banten satu tujuan untuk melestarikan budaya leluhur Meneguhkan ajaran bela diri yang tidak sekadar olah raga, melainkan juga olah jiwa ungkapnya
Ketua DPD kesti TTKKDH kabupaten pandeglang surya wijaya S.O.S.menyampaikan dalam sambutan nya.saya sangat bangga dan mendukung kegiatan yang di selenggarakan DPC kesti TTKKDH kecamatan labuan.dan juga kita harus Menghormati para leluhur dan memohon perlindungan Allah SWT melalui tawasul dan doa bersama ungkapnya.
Ketua DPC BPPKB BANTEN kotib S.E. juga menyampaikan dalam sambutannya kesti TTKKDH dan BPPKB BANTEN satu tujuan untuk melestarikan seni budaya pencak silat yang ada di banten punkas nya.
Tradisi ini juga dikenal sebagai “Lebaran Cimande” atau “Tetes Mata” — di mana dilakukan prosesi tetesan air ramuan khusus ke mata para pesilat, bermakna: membersihkan pandangan dari hal-hal kotor, mengasah kepekaan rasa, dan menancapkan pesan agar setiap langkah hidup selalu bertumpu pada kejujuran serta kerendahan hati
Padepokan Putra Siliwangi yang berlokasi di Kp. Karangsari, Desa Cigondang, Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang, menjadi rumah kedua bagi para pesilat wilayah Labuan. Di sinilah latihan rutin dilaksanakan setiap malam Minggu pukul 19.00 WIB, di bawah bimbingan para guru dan instruktur berpengalaman, dipimpin oleh Endang Golok.
Kegiatan di Padepokan Putra Siliwangi tidak hanya mengasah kemampuan fisik dan teknik bela diri — mulai dari debus banten penghafalan puluhan jurus khas Cimande, hingga aplikasi teknik pertahanan diri — tetapi yang terpenting adalah pembentukan karakter, kesopanan, dan ketakwaan di atas kekuatan fisik.
“Ilmu silat untuk menjaga diri, bukan untuk menyakiti orang lain. Semboyan leluhur Cimande Peran DPC Kesti TTKKDH Kecamatan Labuan
Di bawah naungan Kesti TTKKDH (Kesenian Tari dan Silat Tjimande Tarikolot Kebon Djeruk Hilir), Padepokan Putra Siliwangi terus bergerak dalam sinergi yang kuat untuk menjaga kemurnian tradisi. Ketua DPC Kesti TTKKDH Kecamatan Labuan, Andi Fermana, beserta jajarannya secara konsisten melakukan pembinaan menyeluruh ke setiap padepokan di wilayah Labuan, agar nilai-nilai budaya leluhur Tjimande tetap terjaga dan tidak luntur oleh zaman.
Kesti TTKKDH — yang telah berdiri sejak tahun 1952 — mengikat para pesilat dalam pertaleqan Cimande yang bermuatan:
Keimanan kepada Tuhan Yang Maha Esa Kepatuhan kepada orang tua dan penghormatan terhadap para guru
Persaudaraan, kekeluargaan, dan kerukunan antar sesama pesilat Melalui kegiatan seperti Gembrung Salembur dan silaturahmi akbar, tali persaudaraan antar padepokan di Kecamatan Labuan semakin dipererat, menjadikan Kesti TTKKDH sebagai satu keluarga besar yang utuh dan kompak.
Nilai Luhur yang Terjaga Tradisi Keceran Cimande yang dijaga oleh Padepokan Putra Siliwangi dan Kesti TTKKDH Labuan sarat dengan nilai-nilai kehidupan yang mendalam
Nilai Makna
Kelembutan & Kekuatan Gerakan lembut namun padat tenaga, mengalir bagaikan air Sungai Cimande lembut namun mampu mengikis batu yang keras Pertahanan, Bukan Serangan Utamakan perlindungan dan penghindaran ilmu silat bukan untuk mencari musuh
Hati yang Jernih Seorang pendekar tidak hanya kuat fisiknya, tetapi jernih hatinya, tulus niatnya, dan menjadi cahaya bagi lingkungannya — bukan menakutkan, tapi meneduhkan
Ketaqwaan di Atas Segalanya Silat bukan sekadar gerak tubuh, melainkan juga jalan spiritual yang menyatu dengan ajaran keimanan
Menjunjung Tinggi Guru & Leluhur Ilmu diterima dengan rasa hormat, disampaikan dengan tanggung jawab, dan dijaga kemurniannya
Pencak silat sendiri telah diakui oleh UNESCO pada tahun 2019 sebagai Warisan Budaya Takbenda Kemanusiaan, sehingga menjaga tradisi Keceran Cimande berarti juga menjaga warisan bangsa dan dunia .
Harapan dan Amanah untuk Generasi Mendatang Di tengah derasnya arus modernisasi, keberadaan Padepokan Putra Siliwangi dan Kesti TTKKDH Kecamatan Labuan menjadi benteng budaya yang sangat berharga. Semangat para sesepuh, para guru, dan seluruh anggota — mulai dari yang paling muda hingga yang paling senior — adalah bukti bahwa tradisi leluhur masih hidup, berdenyut, dan terus berkembang.
“Menjaga tradisi Keceran Cimande adalah kewajiban kita bersama. Bukan hanya untuk diri sendiri, melainkan untuk generasi yang akan datang, agar mereka tetap mengenal dan mencintai budayanya sendiri.”
Semoga sinergi ini terus terjaga, terus diwariskan, dan membawa berkah bagi seluruh masyarakat Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang, khususnya, dan Provinsi Banten pada umumnya. Semoga Keceran Cimande tetap abadi — jernih hatinya, tulus niatnya, teguh pendiriannya, dan abadi budayanya.
Red.mardi
