Sabtu, 16 Maret 2024. 01:41 WIT.
HAL-TENG PERSKPKNEWS.COM. Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah, melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), diminta merubah pola cegah inflasi.
Pasalnya dilansir dari media cetak, seperti yang disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Aidil Adha, inflasi Halteng y-on-y) mencapai 4,68 persen dengan IHK sebesar 107,12. Ini cukup tinggi meskipun menuru dibandingkan Januari lalu yang menyentuh 5.00 persen.
Oleh kareba itu, sekretaris tim investigasi Rusli lewat pesan tertulisnya, jumat, mengatakan adanya pasar murah dadakan dinilai kurang efektif, ujarnya.
“Pemda harus galakan operasi pasar, peninjauan harga pasar dan pemantauan stok bahan pokok”.
Lanjut dia, hal ini sebagai upaya memastikan stabilitas harga yang bermuara pada terjaganya inflasi daerah.
Tak hanya itu, Pemda harus juga merubah inovasi baru dengan membuat pasar mingguan agar harga pasar bisa terkendali. “Dengan langkah tersebut tentunya inflasi di Kabupaten Halmahera Tengah bisa tetap terkendali, ucapnya.
Ia juga menambahkan, sinergi antara instansi terkait sangatlah penting. Hal ini utamanya dalam memastikan kelancaran rantai pasokan dan stok bahan pangan.
“Oleh karena itu, Pj Bupati dan jajarannya, harus bisa merubah pola pasar murah, sehingga ke depan dengan berbagai inovasi dan kebijakan, inflasi di Kabupaten Halmahera Tengah bisa terkendali sebagai upaya menjaga keseimbangan ekonomi di tengah-tengah masyarakat, terlebih nantinya menjelang hari besar keagamaan,” tutupnya. (Rosihan Anwar).
