Masyarakat Bungo Keluhkan Kelangkaan Solar Subsidi,SPBU Simpang Somel Diduga Dikuasai Mafia Pelangsir

MEDIA KPK NEWS INDO
BUNGO — KPK News Indo, Masyarakat Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi, mengeluhkan sulitnya mendapatkan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis Solar di SPBU Nomor 2437224 yang berlokasi di Simpang Somel, Jalan Arah Padang, Kecamatan Tanah Sepenggal. Aktivitas pelangsiran dan penimbunan minyak subsidi dinilai sangat masif dan berjalan terang-terangan, sementara warga kesulitan membeli untuk kebutuhan sehari-hari.

Sampai saat ini, pengawasan dari Aparat Penegak Hukum (APH) di lokasi tersebut dinilai belum optimal. Para mafia penimbunan minyak subsidi terlihat bebas beraktivitas setiap hari, mengakibatkan antrian warga yang sah justru tidak terlayani.

“Apa tidak ada hukum lagi di Muara Bungo ini? Sehingga orang sangat bebas melangsir dan menimbun minyak subsidi setiap hari. Sehingga kami tidak dapat minyak solar. Untuk apa ada Polres, ada Polsek di Bungo, kok tidak bisa menindak para pelangsir dan para mafia penimbun minyak subsidi?” ujar salah satu warga yang meminta namanya tidak disebutkan, kepada awak media, Selasa (14/10/2026).

Keluhan serupa juga disampaikan banyak warga lainnya. Mereka melihat kendaraan-kendaraan tertentu berulang kali mengisi BBM subsidi dalam jumlah besar, dibawa menggunakan tangki modifikasi dan jerigen-jerigen besar, sementara warga biasa yang datang berulang kali pulang dengan tangan kosong.

Praktik penimbunan dan pelangsiran BBM subsidi merupakan tindak pidana yang diatur dalam Pasal 55 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi, dengan ancaman pidana penjara paling lama 6 tahun dan denda paling tinggi Rp60 miliar . Namun, praktik ini diduga masih berjalan lancar di SPBU Simpang Somel.

Masyarakat mendesak pihak kepolisian, baik Polres Bungo maupun jajarannya, bersama Pertamina Patra Niaga dan BPH Migas, untuk segera turun tangan melakukan inspeksi mendadak dan menindak tegas para pelaku penyelewengan BBM subsidi tersebut. Jangan sampai BBM yang disubsidi pemerintah untuk rakyat kecil justru dimonopoli oleh segelintir orang yang mengambil keuntungan secara ilegal.

Kami berharap perhatian serius dari semua pihak terkait, agar BBM subsidi tepat sasaran dan dapat dinikmati oleh masyarakat yang benar-benar membutuhkannya.TIM