Tokoh Pemuda Benai Kecam Pernyataan Supir Manager Agrinas, Dinilai Blunder dan Memicu Kegaduhan

Kuantan Singingi – Pernyataan kontroversial yang dilontarkan oleh seorang karyawan PT. Agrinas Palma Nusantara, yang diketahui bernama Eci dan disebut sebagai sopir pribadi Manager Sudarto, menuai kecaman dari berbagai pihak, khususnya kalangan pemuda di Kecamatan Benai.

Tokoh Pemuda Kecamatan Benai, Beni Primarta, S.I.P., secara tegas menyampaikan bahwa pernyataan Eci justru memperkeruh suasana di tengah sorotan publik terhadap dugaan praktik penjualan buah sawit keluar dari perusahaan, yang belakangan ini menjadi sorotan tajam.

“Menurut saya, Eci ini bertindak di luar kapasitasnya. Pernyataannya bukan menyelesaikan masalah, malah menambah keruh keadaan dan mencoreng nama baik PT. Agrinas sendiri,” ujar Beni kepada wartawan, Jumat (1/8).

Beni menyebut bahwa pernyataan Eci yang tersebar melalui video dan pesan suara tersebut memuat informasi yang tidak sesuai fakta, bahkan cenderung bersifat fitnah terhadap dirinya dan organisasi Karang Taruna Kecamatan Benai.

“Video yang beredar itu fitnah. Saya maupun rekan-rekan Karang Taruna tidak pernah bertemu dengan Eci, apalagi meminta sesuatu yang aneh-aneh seperti yang dia katakan. Itu pemutarbalikan fakta,” tegas Beni.

Ia pun meminta pihak perusahaan agar segera mengambil langkah tegas terhadap Eci, termasuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap perilaku dan kinerjanya sebagai karyawan.

“Jika orang seperti ini dibiarkan berbicara seenaknya atas nama perusahaan, tentu akan merugikan citra PT. Agrinas. Ini seharusnya menjadi pelajaran dalam menempatkan SDM,” tambahnya.

Lebih lanjut, dalam salah satu video yang beredar, Eci secara terang-terangan mengakui adanya praktik penjualan buah sawit ke luar perusahaan. Ia juga diduga mencoba membungkam wartawan yang tengah menggali informasi terkait dugaan pelanggaran tersebut.

Sampai berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak manajemen PT. Agrinas terkait polemik yang melibatkan nama Eci tersebut. Namun desakan dari masyarakat dan tokoh pemuda agar perusahaan bertindak tegas kian menguat.

(FM)