PINRANG — Pihak SDN 13 Pinrang membantah adanya pungutan kepada siswa untuk pelaksanaan kegiatan Maulid dan pembuatan panggung seni di lingkungan sekolah.
Kepala SDN 13 Pinrang, Tangge M. Said, S.Pd., M.Pd., saat dikonfirmasi melalui WhatsApp Selasa 20/9/2026, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari program pembinaan siswa, khususnya dalam penguatan karakter keagamaan, kreativitas, bakat dan minat siswa.
Menurut pihak sekolah, rencana kegiatan dan bentuk partisipasi orang tua telah dibahas melalui rapat bersama. Partisipasi tersebut, kata dia, bersifat sukarela dan tidak boleh menjadi kewajiban ataupun membebani siswa maupun orang tua.
“Anak-anak juga perlu belajar tentang berbagi, berinfaq, bergotong royong dan berkontribusi dalam kegiatan positif. Yang paling penting bukan besar kecilnya dukungan, tetapi nilai pendidikan yang diperoleh siswa dari proses tersebut,” jelasnya.
Pihak sekolah menegaskan bahwa keterlibatan orang tua dalam kegiatan sekolah merupakan bentuk kepedulian terhadap pendidikan anak, sepanjang dilakukan secara sukarela, terbuka dan berdasarkan kesepakatan bersama.
Sejumlah orang tua siswa yang dimintai tanggapan juga menyatakan dukungannya terhadap kegiatan keagamaan, seni dan pengembangan bakat yang dilaksanakan sekolah.
Mereka menilai kegiatan tersebut dapat memberikan pengalaman positif kepada siswa sekaligus menjadi wadah untuk mengembangkan kreativitas dan potensi anak di luar pembelajaran di dalam kelas.
“Kami sebagai orang tua sangat mendukung kepala sekolah. Selama kepala sekolah yang baru ini menjabat, kami melihat banyak kegiatan dan prestasi siswa yang berkembang. Kalau ada orang tua yang ingin berpartisipasi, itu bentuk kepedulian terhadap pendidikan anak, bukan berarti semua orang tua diwajibkan membayar,” ungkap salah seorang orang tua.
Pihak sekolah berharap persoalan tersebut dapat dilihat secara utuh dan tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.
Sekolah memastikan setiap kegiatan tetap mengedepankan kepentingan siswa, komunikasi dengan orang tua, prinsip kesukarelaan dan transparansi.
“Pendidikan bukan hanya membangun ruang kelas, tetapi juga membangun karakter, kreativitas, kepedulian dan keberanian anak untuk berprestasi. Karena itu, kolaborasi sekolah, orang tua dan masyarakat perlu terus dijaga,” tutup Kepala SDN 13 Pinrang.
