TAK PEDULI JALAN TERJAL! BU NITA AZIS TEROBOS PEDALAMAN DEMI IBU IMAS, AIR MATA TAK TERBENDUNG LIHAT KONDISI RUMAHNYA “INI BUKAN RUMAH, LEBIH COCOK DISEBUT PONDOK ORANG BELADANG” — UCAP BU NITA AZIS DENGAN MATA BERKACA-KACA

PADANG PARIAMAN — Perjalanan panjang dengan medan jalan yang terjal dan sulit dilalui ternyata tak menyurutkan langkah Bu Nita Azis, Ketua TP PKK Padang Pariaman sekaligus istri Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis, bersama rombongan Indo Jalito Peduli (IJP). Hari ini, 8 September 2026, rombongan memilih menembus perjalanan menuju Korong Sironjong Salisiakan, Nagari Sungai Buluah Timur, Kecamatan Batang Anai, demi mendatangi langsung rumah seorang warga kurang mampu, Ibu Imas, seorang ibu dengan tiga orang anak. Bukan sekadar kunjungan biasa. Pemandangan yang disaksikan rombongan di lokasi seketika membuat suasana berubah haru. RUMAH YANG MEMBUAT HATI TERTEGUN Kondisi tempat tinggal Ibu Imas bersama ketiga anaknya tampak sangat memprihatinkan. Bangunan yang menjadi tempat berlindung keluarga tersebut dinilai jauh dari kondisi rumah layak huni. Bahkan, kondisi itu membuat Bu Nita Azis tak mampu menyembunyikan rasa harunya. Dengan mata berkaca-kaca, Bu Nita mengungkapkan bahwa selama dirinya terlibat dalam penyaluran bantuan bedah rumah, kondisi kediaman Ibu Imas merupakan salah satu yang paling memprihatinkan yang pernah ditemuinya. “Selama saya memberikan bantuan bedah rumah, inilah yang paling parah keadaannya. Karena ini bukan rumah,” ujar Bu Nita Azis dengan mata berkaca-kaca. Ucapan tersebut menggambarkan betapa berat kondisi yang harus dijalani Ibu Imas dan ketiga anaknya selama ini. JALAN TERJAL TAK JADI PENGHALANG Medan perjalanan yang panjang dan penuh tantangan tidak membuat rombongan mengurungkan niat. Bagi Bu Nita Azis dan Indo Jalito Peduli, kondisi masyarakat yang membutuhkan justru menjadi alasan untuk terus melangkah. Mereka datang bukan hanya membawa bantuan, tetapi juga membawa harapan bagi sebuah keluarga yang selama ini harus bertahan dalam kondisi tempat tinggal yang sangat sederhana. BU EMA IJP IKUT TERHARU Rasa haru juga dirasakan Bu Ema dari Indo Jalito Peduli. Melihat secara langsung kondisi tempat tinggal Ibu Imas dan ketiga anaknya, Bu Ema mengaku sangat tersentuh sekaligus sedih. Kunjungan tersebut seakan menjadi pengingat bahwa masih ada keluarga di pelosok yang membutuhkan perhatian dan uluran tangan dari berbagai pihak. BEDAH RUMAH, MEMBANGUN HARAPAN Kehadiran Bu Nita Azis bersama rombongan Indo Jalito Peduli membawa angin segar bagi keluarga Ibu Imas. Program bantuan bedah rumah bukan sekadar membangun dinding, atap dan lantai. Lebih dari itu, bantuan tersebut diharapkan mampu menghadirkan rasa aman, kenyamanan, martabat dan harapan baru bagi keluarga penerima. Di tengah perjalanan yang penuh tantangan, rombongan akhirnya tiba di sebuah tempat yang membuat hati mereka tersentuh. Hari itu, jalan terjal bukan lagi penghalang. Sebab di ujung perjalanan, ada sebuah keluarga yang menunggu datangnya harapan. Ibu Imas dan ketiga anaknya kini menatap masa depan dengan harapan baru: semoga tempat yang selama ini hanya menjadi pelindung seadanya, segera berubah menjadi rumah yang benar-benar layak disebut rumah.