Sombong Tunjuk Nama Dada, Satpam RSUD H. Hanafi Muara Bungo Ancam Kempeskan Ban Motor Wartawan yang Parkir Sebentar untuk Urgen di UGD

MUARA BUNGO – 08/09/2026, KPK News indo. Sebuah peristiwa yang memprihatinkan terjadi di lingkungan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) H. Hanafi, Muara Bungo, Kabupaten Bungo, pada hari ini. Seorang petugas keamanan atau satpam yang bertugas di rumah sakit tersebut menunjukkan sikap sangat tidak ramah, sombong, bahkan mengeluarkan ancaman kasar kepada seorang wartawan yang sedang menjalankan tugas.

Berdasarkan keterangan yang diterima di lokasi kejadian, kejadian bermula ketika seorang wartawan tiba di area parkir RSUD H. Hanafi untuk melakukan investigasi dan menemui seorang pasien di Unit Gawat Darurat (UGD). Karena urgensinya mendesak, wartawan tersebut memarkir kendaraannya hanya sekitar 10 menit saja, semata-mata untuk keperluan cepat di UGD.

Tanpa peringatan yang baik dan sopan, seorang satpam yang mengaku bernama Fikri Kurniadi langsung mendatangi wartawan tersebut dengan nada bicara tinggi dan penuh kesombongan. Ia secara sengaja menunjuk dan memamerkan papan nama yang tertempel di dadanya seolah ingin menunjukkan identitasnya dengan cara yang tidak pantas, lalu mengeluarkan ucapan ancaman yang sangat mengejutkan: motor wartawan tersebut akan dikempeskan bannya jika tidak segera dipindahkan.

Ucapan ancaman itu dilontarkan padahal wartawan telah menjelaskan bahwa ia hanya akan parkir sebentar untuk keperluan mendesak di UGD. Sikap Fikri Kurniadi justru semakin kasar, tidak mau mendengar penjelasan, dan terlihat sangat bangga dengan seragam serta jabatannya sebagai satpam rumah sakit. Perilaku ini terkesan menindas dan tidak mencerminkan pelayanan publik yang seharusnya diberikan oleh petugas di institusi pelayanan kesehatan.

Perlu diketahui bahwa RSUD H. Hanafi adalah fasilitas pelayanan kesehatan milik masyarakat yang seharusnya menjadi tempat yang aman, nyaman, dan ramah bagi siapa pun yang datang, termasuk para wartawan yang menjalankan tugas jurnalistik selama tidak mengganggu ketertiban. Ancaman mengempeskan ban kendaraan orang lain merupakan tindakan yang tidak profesional, merusak citra institusi, dan bahkan dapat dikategorikan sebagai tindakan perusakan barang milik orang lain.

Perilaku satpam bernama Fikri Kurniadi ini dinilai sangat merugikan nama baik RSUD H. Hanafi Muara Bungo. Alih-alih menjaga keamanan dan ketertiban, ia justru menimbulkan ketidaknyamanan, ketakutan, dan kesan negatif terhadap rumah sakit di mata masyarakat. Pencitraan buruk seperti ini sangat tidak pantas terjadi di lembaga pelayanan publik yang seharusnya mengutamakan keramahan, kesopanan, dan pelayanan prima.

Oleh karena itu, melalui rilis berita ini, kami meminta pihak Direktur RSUD H. Hanafi Muara Bungo untuk segera menindaklanjuti dan mengambil langkah tegas sebagai berikut:

1. Menyelidiki kejadian tersebut secara langsung dan memanggil satpam yang bersangkutan untuk memberikan klarifikasi;

2. Memberikan teguran keras hingga sanksi yang pantas, termasuk pemecatan jika terbukti perilakunya memang melanggar kode etik petugas keamanan dan merusak nama baik institusi;

3. Memberikan pembinaan dan pelatihan etika, pelayanan, serta sikap kepada seluruh petugas keamanan yang bertugas agar tidak terjadi hal serupa di kemudian hari;

4. Memastikan bahwa setiap petugas yang mengenakan seragam rumah sakit dapat bersikap sopan, adil, dan profesional kepada semua orang tanpa memandang profesi.

Kami berharap pimpinan RSUD H. Hanafi Muara Bungo tidak menutup mata atas kejadian ini dan segera mengambil langkah nyata agar nama baik rumah sakit tetap terjaga serta masyarakat merasa aman dan dihargai saat berurusan dengan petugas di sana. Kami juga berharap kejadian seperti ini tidak terulang kembali di masa mendatang.CEO