CIGELIS,kpktipikornews-5SEPTEMBER 2026 — Suasana penuh semangat dan khidmat mewarnai pelaksanaan Kirab Budaya Keceran Cimande yang digelar oleh Dewan Pimpinan Cabang bpk umar mc.s.pd.i (DPC) KESTI TTKKDH Kecamatan Cigeulis, Kabupaten Pandeglang.
Kegiatan akbar ini berlangsung meriah sekaligus memperingati Milad ke-6 Padepokan Macan Selatan, salah satu pusat pengembangan dan pelestarian pencak silat aliran Cimande di wilayah tersebut.
Tentang Keceran & TTKKDH:
KESTI TTKKDH adalah singkatan dari Kesenian Tari Tjimande Kolot Kebon Djeruk Hilir, sebuah perguruan pencak silat tradisional yang menelusuri akarnya dari aliran Cimande — salah satu seni bela diri tertua di Nusantara yang dikembangkan sejak abad ke-18 oleh Mbah Kahir. Tradisi Keceran sendiri merupakan inti dari kegiatan spiritual dan budaya khas TTKKDH, berupa upacara penyucian diri, penyalaman air doa, serta pengukuhan ikrar kesetiaan pada nilai-nilai luhur perguruan: taat beragama, menghormati orang tua dan guru, menjaga kehormatan diri, serta tidak menyakiti sesama tanpa sebab.
Kirab budaya dimulai dengan pawai iringan musik tradisional kendang dan gamelan yang dilalui dari titik berkumpul menuju lokasi Padepokan Macan Selatan. Ratusan peserta — terdiri dari para pendekar, anggota perguruan, tokoh masyarakat, serta warga sekitar — berjalan beriringan dengan mengenakan pakaian khas dan seragam kebesaran.Sesampainya di lokasi, acara inti berlangsung dengan:
Pembukaan dan pembacaan ayat suci Al-Qur’an serta shalawat Nabi
Sambutan Ketua DPW DPD DPC KESTI TTKKDH Kecamatan Cigeulis
Tradisi Keceran: penyucian diri dan penyalaman air doa kepada seluruh anggota
Peragaan jurus pencak silat Cimande dari tingkatan pemula hingga pendekar senior
Peringatan Milad ke-6 Padepokan Macan Selatan — doa bersama, tasyakuran, serta peresmian program kerja ke depan
Silaturahmi dan makan bersama seluruh keluarga besar peserta
Pernyataan Pengurus:
Ketua DPC KESTI TTKKDH Kecamatan Cigeulis menyampaikan, kegiatan ini bukan sekadar rutinitas seremonial, melainkan bukti nyata komitmen menjaga warisan leluhur agar tetap hidup di tengah masyarakat.
“Keceran bukan sekadar tradisi, melainkan cermin diri seorang pendekar — kuat fisiknya, jernih hatinya, tulus niatnya, dan bermanfaat bagi lingkungannya. Melalui kirab ini, kami ingin mempererat persaudaraan sekaligus mengenalkan kembali keindahan budaya Cimande kepada generasi muda,” ujarnya.
Sementara itu, Pimpinan Padepokan Macan Selatan menyampaikan rasa syukur atas perjalanan 6 tahun padepokan ini berdiri dan berkembang. Ia berharap ke depan Padepokan Macan Selatan semakin kokoh menjadi rumah bagi para pemuda yang ingin menimba ilmu bela diri sekaligus pembentukan karakter.
dalam Acara di hadiri oleh- Para sesepuh dan para anggota KESTI TTKKDH se-Kabupaten pandeglang
-ketua DPW KESTI TTKKDH Propinsi banten bpk H.riki suhendra.S.E.dan ketua DPD KESTI TTKKDH Kabupaten Pandeglang bpk surya wijaya S.O.S
– Tokoh agama, tokoh masyarakat, serta perangkat desa setempat
– Ratusan anggota dan keluarga besar KESTI TTKKDH
Harapan ke Depan:
Kegiatan berjalan lancar, tertib, dan penuh keakraban. Seluruh pihak berharap tradisi Keceran terus dilestarikan dan diwariskan, serta Kirab Budaya ini menjadi agenda rutin yang memperkuat persatuan sekaligus melestarikan identitas budaya khas Banten .
(Red)mardi
Kabiro kabupaten pandeglang.
