LIPPAN Bungo Minta Pemkab Kaji Ulang Tata Ruang dan Perencanaan Gedung Baru Pasar Atas

BUNGO — Lembaga Swadaya Masyarakat Pendidikan dan Pembangunan (LIPPAN) DPK Bungo meminta Pemerintah Kabupaten Bungo mengkaji ulang tata ruang dan asas manfaat dalam perencanaan pembangunan gedung baru Pasar Atas.

Ketua LIPPAN DPK Bungo, Abunyani, menilai pembangunan pasar tidak boleh hanya berorientasi pada pembangunan fisik. Menurutnya, pemerintah perlu melakukan kajian secara menyeluruh mengenai pola aktivitas masyarakat, kebiasaan berbelanja, kebutuhan pedagang, akses konsumen, serta kondisi sosial dan ekonomi di kawasan pasar sebelum proyek direalisasikan.

“Jangan sampai kita membangun gedung baru dengan anggaran yang besar, tetapi setelah selesai justru tidak digunakan atau tidak diminati masyarakat. Kita ingin pembangunan ini benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat, bukan sekadar menghasilkan bangunan yang megah,” ujar Abunyani.

Ia menegaskan, pengalaman terhadap sejumlah fasilitas publik yang telah dibangun dengan anggaran miliaran rupiah namun belum berfungsi secara optimal harus menjadi bahan evaluasi pemerintah. Karena itu, perencanaan gedung baru Pasar Atas dinilai perlu dikaji lebih matang agar bangunan yang nantinya berdiri benar-benar memiliki fungsi dan manfaat bagi masyarakat.

Menurut Abunyani, kajian tata kelola pasar juga penting untuk membantu pemerintah memahami pola interaksi masyarakat di kawasan pasar, termasuk faktor sosial dan budaya yang memengaruhi aktivitas pedagang maupun pembeli.

LIPPAN juga mendorong dilakukannya kajian kebutuhan serta konsultasi publik sebelum desain pembangunan ditetapkan. Pedagang, konsumen, pelaku UMKM, tokoh masyarakat, hingga masyarakat yang selama ini beraktivitas di kawasan Pasar Atas diharapkan dapat dilibatkan dalam proses perencanaan.

“Yang akan menggunakan pasar ini adalah masyarakat. Karena itu, suara masyarakat harus menjadi salah satu dasar dalam menentukan konsep gedung baru. Jangan sampai desainnya bagus menurut perencana, tetapi tidak sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” katanya.

Abunyani menambahkan, keberhasilan pembangunan pasar tidak semata-mata diukur dari selesainya proyek dan berdirinya gedung baru. Pemerintah juga perlu memastikan pasar tersebut mampu menjadi pusat aktivitas ekonomi yang ramai, nyaman, mudah diakses, dan benar-benar dimanfaatkan oleh masyarakat.

LIPPAN menyatakan mendukung pembangunan gedung baru Pasar Atas sepanjang proses perencanaannya dilakukan secara matang, transparan, partisipatif, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.

“Jangan sampai setelah gedung berdiri, masyarakat justru tidak mau menempatinya. Kita harus belajar dari pengalaman berbagai fasilitas publik. Bangunan boleh megah, tetapi yang paling penting adalah apakah masyarakat mau menggunakan dan merawatnya,” pungkas Abunyani.