KPK Tipikor News Jambi -SOLOK SELATAN – Menyambut Pemilihan Wali Nagari Serentak Kabupaten Solok Selatan tahun 2026, nama Ahyaruddin, S.Pd.I mencuat sebagai calon Wali Nagari yang memiliki latar belakang pendidikan, organisasi, dan pengabdian yang panjang di daerah ini.
Lahir dan dibesarkan di Desa Tanah Tumbuh, Kecamatan Tanah Tumbuh, Kabupaten Bungo, Jambi, Ahyaruddin merupakan alumni STAI Yasni Muara Bungo (kini UIN Yasni Muara Bungo). Selama menempuh pendidikan di kampus tersebut, ia dikenal aktif berorganisasi, pernah menjabat Sekretaris Jenderal hingga Presiden BEM, serta bergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bungo. Kini ia tergabung dalam KAHMI Kabupaten Solok Selatan.
Sejak Januari 2009, Ahyaruddin menetap di Nagari Sako Utara Pasia Talang, Kecamatan Sungai Pagu – nagari yang baru terbentuk pada 7 April 2009 melalui pemekaran, disahkan lewat SK Bupati Solok Selatan Nomor 410.416.105.2009 tanggal 11 Agustus 2009. Di akhir tahun 2009, atas arahan Badko HMI Sumatera Barat, ia dipercaya merintis berdirinya Cabang Persiapan HMI Kabupaten Solok Selatan.
Pengalaman pengabdiannya juga teruji di bidang pengawasan pemilu. Tahun 2014–2015, Ahyaruddin menjabat Komisioner Bawaslu Divisi Hukum dan Penanganan Pelanggaran Kabupaten Solok Selatan. Selama 17 tahun berkiprah di daerah ini, semangat pengabdiannya tak pernah surut. Kini, hatinya terpanggil untuk maju sebagai calon Wali Nagari Sako Utara Pasia Talang pada pemilihan tanggal 7 Oktober 2026.
Dengan moto “Tegas mengambil Keputusan, Disiplin menjalankan tugas, dan Transparan mengelola keuangan”, Ahyaruddin membawa visi: “Bersama Mewujudkan Sako Utara Pasia Talang yang Adil, Berbudaya, Mandiri, Sejahtera, dan Religius”.
Berikut 11 misi yang ditawarkannya:
Pemerintahan Nagari Profesional: Menata tata kelola administrasi yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pelayanan masyarakat.
Jumat Keliling: Menyerap aspirasi langsung ke warga serta memastikan bantuan sosial tepat sasaran, adil, dan merata.
Penguatan Kelembagaan dan Kearifan Lokal: Menyusun landasan organisasi masyarakat dan melegalkan aturan adat menjadi Peraturan Nagari, termasuk pengurus masjid agar berfungsi optimal.
Pendidikan Unggul: Mewujudkan yayasan pendidikan gratis serta penguasaan bahasa Inggris bagi generasi muda.
Layanan Kesehatan: Menyediakan ambulans gratis, menggalakkan donor darah, dan mengadakan khitanan massal pada peringatan hari jadi nagari.
Pembinaan Warga: Memberikan pelatihan kepemimpinan, tata cara berpidato adat, serta pembinaan menyelenggarakan jenazah.
Pelestarian Budaya: Mengembangkan dan melestarikan seni budaya tradisional sebagai jati diri nagari.
Penguatan Ekonomi: Memperluas dan memberdayakan UMKM serta membangun unit usaha milik nagari demi peningkatan kesejahteraan warga.
Pembinaan Generasi Muda: Mengaktifkan kegiatan keagamaan dan olahraga untuk membentuk karakter remaja yang berbudi pekerti luhur.
Destinasi Wisata Edukatif & Pendapatan Nagari: Menata dan merevitalisasi kawasan Sabo Dam menjadi tempat wisata sekaligus sumber pendapatan asli nagari.
Aksesibilitas Terpadu & Ruang Publik Produktif: Membangun jalan lingkar kawasan pertanian, memperbaiki seluruh ruas jalan rusak, serta memperindah bahu jalan agar asri dan nyaman.
“Membangun nagari tidak bisa dilakukan sendirian. Saya memohon doa, dukungan, saran, dan masukan dari seluruh niniak mamak, tokoh masyarakat, sanak saudara di rantau, serta seluruh warga yang berhak memilih. Mari kita pilih pemimpin yang berintegritas, memiliki visi-misi terukur, dan mengutamakan kepentingan bersama,” ujar Ahyaruddin.
Abun
Modal Pengalaman Organisasi dan Pengawasan Pemilu, Ahyaruddin Maju sebagai Calon Wali Nagari Sako Utara Pasia Talang
