Apel Terakhir Kapolres Bangka Barat, Pesan AKBP Pradana Aditya Nugraha Bikin Haru Anggota
Suasana berbeda terasa saat apel pimpinan di halaman Mapolres Bangka Barat, Senin (13/7/2026). Apel yang dipimpin langsung oleh Kapolres Bangka Barat AKBP Pradana Aditya Nugraha, S.H., S.I.K. itu menjadi momen perpisahan menjelang pelaksanaan serah terima jabatan menyusul mutasi dirinya ke penugasan yang baru.
Di hadapan seluruh pejabat utama, perwira, bintara, ASN, dan personel Polres Bangka Barat, AKBP Pradana menyampaikan bahwa dalam beberapa hari ke depan dirinya akan meninggalkan kesatuan yang telah dipimpinnya.
“Mungkin dalam beberapa hari ke depan saya sudah meninggalkan Mako Polres Bangka Barat. Besok akan dilaksanakan serah terima jabatan, kemudian pada hari Kamis akan dilaksanakan kegiatan pisah sambut,” ucapnya.
Dalam amanat terakhirnya sebagai Kapolres Bangka Barat, AKBP Pradana tidak banyak berbicara mengenai capaian selama memimpin. Sebaliknya, ia memilih menitipkan pesan kepada seluruh personel agar menjaga nama baik institusi dengan menjauhi segala bentuk pelanggaran.
“Jagalah diri rekan-rekan dengan sebaik-baiknya. Belajarlah mencintai diri sendiri sehingga bisa menghindari semua bentuk pelanggaran, baik pelanggaran disiplin maupun kode etik,” pesannya di hadapan peserta apel.
Pesan sederhana itu menjadi penutup kepemimpinannya di Polres Bangka Barat. Bagi banyak personel, amanat tersebut bukan sekadar arahan, melainkan pesan seorang pemimpin yang ingin anggotanya tetap bekerja dengan profesional, berintegritas, dan menjaga kehormatan sebagai anggota Polri.
Selama memimpin Polres Bangka Barat, AKBP Pradana Aditya Nugraha dikenal sebagai sosok pemimpin yang humanis dan dekat dengan masyarakat. Di bawah kepemimpinannya, berbagai kasus menonjol berhasil diungkap, mulai dari tindak pidana umum, peredaran narkotika dalam jumlah besar, hingga pengungkapan kasus penyelundupan timah yang menjadi perhatian publik.
Tak hanya berfokus pada penegakan hukum, AKBP Pradana juga aktif mendorong berbagai program sosial, kegiatan kemasyarakatan, ketahanan pangan, penghijauan, hingga pendekatan humanis dalam penyelesaian persoalan di tengah masyarakat.
Kedekatan itulah yang membuat sosoknya mendapat tempat di hati masyarakat Bangka Barat. Tidak sedikit warga yang mengaku merasa kehilangan atas kepindahan perwira menengah Polri tersebut.
Bagi personel Polres Bangka Barat, apel pagi pada Senin itu bukan sekadar rutinitas. Apel tersebut menjadi momen penuh makna sekaligus perpisahan dengan seorang pemimpin yang dinilai mampu membangun semangat kebersamaan, meningkatkan kinerja organisasi, serta menghadirkan Polri yang semakin dekat dengan masyarakat.
Meski akan mengemban amanah di tempat yang baru, jejak kepemimpinan AKBP Pradana Aditya Nugraha diyakini akan tetap dikenang sebagai bagian dari perjalanan Polres Bangka Barat dalam memberikan pelayanan, perlindungan, dan penegakan hukum yang profesional serta humanis.
