SABA BADUY 2026 di pandeglang tanpa sambutan kepala daerah pesan adat terasa sepi

Pandeglang-26-04-2026-kpktipikornews-Kami, sebagian masyarakat Kabupaten Pandeglang, dengan tulus menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh warga Baduy atas kejadian yang mencederai rasa dalam Seba Baduy 2026.

Seba bukan sekedar tradisi. Ia adalah warisan luhur, bentuk penghormatan, sekaligus jembatan keharmonisan antara masyarakat adat dan pemerintah. Kedatangan warga Baduy ke Pandeglang seharusnya disambut dengan penuh hormat, bukan sekedar formalitas yang diwakilkan.

Entah ibu bupati sedang lebih memilih menghadiri hajatan, atau bapak wakil bupati tengah sibuk meresmikan dapur MBG. yang jelas, ketidakhadiran itu bukan sekedar soal “agenda padat”. Ini soal prioritas.

Kami memahami betapa dalam kekecewaan yang dirasakan. Ketidakhadiran pimpinan daerah bukan hanya soal agenda yang dianggap “sibuk”, tetapi telah menimbulkan kesan seolah kehadiran warga Baduy tidak dipandang penting. Ini adalah luka, dan kami tidak menutup mata terhadap hal itu.

Atas nama rasa kemanusiaan dan penghormatan terhadap adat istiadat, kami meminta maaf. Kami tidak ingin nilai-nilai luhur yang dijaga oleh masyarakat Baduy tercoreng oleh kelalaian Bupati dan Wakil Bupati kami.

Semoga ke depan, kejadian ini menjadi pelajaran penting bahwa menghormati adat bukan pilihan, melainkan kewajiban moral. Dan bahwa kehadiran masyarakat Baduy adalah kehormatan, bukan beban.

Kami berdiri bersama warga Baduy. Hormat kami untuk kearifan, kesederhanaan, dan keteguhan yang selama ini mereka jaga.

Dan di tengah segala kekecewaan ini, kami tetap berharap agar warga Baduy terus menjaga Ujung Kulon dari kerakusan dan keserakahan manusia yang sering lupa batas. Karena di tangan kalian, alam masih diperlakukan sebagai titipan, bukan objek eksploitasi.

RED.MARDI*

KABIRO kabupaten pandeglang.