“Menanti Cahaya di Ujung Jalan: Riwayat Pilu Keraton Sambas yang Terlupakan”

Jejak Megah yang Kian Meredup: Akses Hancur, Cagar Budaya Keraton Sambas Menjerit Minta Perhatian

Sambas, 31 Maret 2026

 

SAMBAS – Pernah berdiri sebagai pusat kejayaan Islam di Kalimantan Barat, Istana Alwatzikoebillah atau yang lebih dikenal sebagai Keraton Sambas kini tampak seperti permata yang tertutup debu. Bukan karena kehilangan wibawanya, melainkan karena akses utama menuju simbol kebesaran budaya Melayu ini kian memprihatinkan. Jalan yang hancur dan minimnya perhatian infrastruktur seolah mengukuhkan statusnya sebagai cagar budaya yang kian terlupakan.

  1. Infrastruktur yang Lumpuh

Kondisi jalan menuju kompleks keraton kini didominasi oleh lubang-lubang besar dan aspal yang mengelupas. Saat hujan turun, akses ini berubah menjadi kubangan lumpur yang menyulitkan wisatawan maupun masyarakat lokal. Kendaraan roda empat harus ekstra waspada, sementara pengendara motor tak jarang tergelincir.

  1. Kontras Kejayaan dan Realita

Di dalam gerbang, kita masih bisa melihat kemegahan arsitektur kayu belian dan peninggalan bersejarah yang tak ternilai harganya. Namun, kesan “terlupakan” langsung terasa begitu kita mengalihkan pandangan ke lingkungan sekitarnya. Fasilitas penunjang pariwisata tampak terbengkalai, dan papan informasi sejarah pun mulai memudar dimakan usia.

  1. Suara Masyarakat dan Kerabat Keraton

“Sangat disayangkan, Keraton ini adalah identitas kami. Bagaimana wisatawan mau datang kalau jalannya saja rusak parah? Seolah-olah sejarah besar Sambas ini hanya dianggap sebagai tumpukan kayu tua tanpa arti,” ujar salah satu warga setempat yang enggan disebutkan namanya.

Pihak kerabat keraton pun kerap menyuarakan kegelisahan mereka. Mereka berharap ada sinergi nyata antara Pemerintah Kabupaten dan Provinsi untuk melakukan restorasi menyeluruh, bukan sekadar perbaikan kosmetik musiman.

Jika dibiarkan terus berlarut, bukan tidak mungkin Keraton Sambas hanya akan menjadi cerita dalam buku sejarah tanpa ada bukti fisik yang bisa dibanggakan oleh generasi mendatang. Keraton Sambas bukan sekadar bangunan; ia adalah ruh dari masyarakat Sambas yang kini tengah menanti uluran tangan pemerintah untuk kembali bersinar.

(M.Asruf Aziz.SE #KPK TIPKOR NEWS)