Denny Cagur Soroti Anggaran MBG, Tekankan Transparansi dan Prioritas Pendidikan

 

Jakarta — Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Denny Cagur, menyoroti alokasi anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disebut mencapai sekitar Rp223 triliun dan berasal dari total anggaran pendidikan sebesar Rp769 triliun.Dalam keterangannya, Denny menegaskan pentingnya transparansi dan kejujuran informasi terkait sumber serta penggunaan anggaran tersebut. Menurutnya, masyarakat berhak mengetahui secara jelas agar dapat ikut mengawasi pelaksanaan program tanpa mengorbankan kualitas pendidikan dasar.

“Rakyat harus tahu agar kita bisa bersama-sama mengawasi. Jangan sampai program baru ini justru mengurangi esensi prioritas pendidikan anak bangsa,” ujar Denny.

Sebagai anggota Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia yang membidangi pendidikan, kebudayaan, pemuda, dan olahraga, Denny menekankan bahwa sektor pendidikan harus tetap menjadi prioritas utama. Ia mengingatkan agar kebijakan baru yang bersifat strategis tetap memperhatikan keseimbangan anggaran sehingga tidak berdampak pada program inti pendidikan.

Lebih lanjut, Denny juga menyampaikan harapannya agar kesejahteraan guru di seluruh Indonesia terus ditingkatkan. Menurutnya, kualitas pendidikan tidak hanya ditentukan oleh program tambahan, tetapi juga oleh perhatian terhadap tenaga pendidik dan pemerataan fasilitas pendidikan.

Ia menegaskan bahwa setiap rupiah yang dialokasikan untuk sektor pendidikan harus benar-benar menyentuh berbagai aspek penting, mulai dari infrastruktur sekolah, peningkatan kompetensi guru, hingga pemerataan akses pendidikan di daerah.

“Segala hal yang diberikan untuk pendidikan harus benar-benar menyentuh setiap sektor yang bisa membuat dunia pendidikan jauh lebih baik,” tambahnya.

Pernyataan tersebut menjadi bagian dari dinamika pembahasan anggaran pendidikan yang saat ini tengah menjadi perhatian publik. Sejumlah pihak berharap agar pengelolaan anggaran dilakukan secara transparan, akuntabel, dan tetap berorientasi pada peningkatan mutu pendidikan nasional.