Pemerintah Pusat Pastikan Anggaran Pendidikan 2026 Tidak Dipangkas

JAKARTA, PerskpkNews.com – Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa pemerintah tidak mengurangi anggaran pendidikan tahun 2026. Bahkan, telah disepakati bersama antara Pemerintah dan DPR lengkap dengan rincian peruntukannya.

“Pemerintah memastikan bahwa anggaran pendidikan tahun 2026 tidak dipangkas. Program-program pendidikan seperti KIP dan PIP tetap berjalan untuk membantu siswa dari keluarga kurang mampu,” ujar Teddy Indra Wijaya dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (25/2/2026).

Pemerintah juga memperluas akses pendidikan melalui Sekolah Rakyat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, yang menyediakan pendidikan, tempat tinggal, makan bergizi, hingga jaminan kesehatan bagi anak putus sekolah.

Saat ini sudah menjangkau 16-20 ribu siswa di 166 sekolah, dengan target tambahan 100 sekolah tahun ini.

Selain itu, pemerintah juga melakukan renovasi sekitar 16.000 sekolah pada 2025 dengan anggaran ±Rp17 triliun, memperkuat digitalisasi pembelajaran lewat distribusi 280.000 TV digital ke sekolah-sekolah, dan meningkatkan insentif guru honorer menjadi Rp400.000.

“Tunjangan Guru Non-ASN juga naik dari Rp1.500.000 menjadi Rp2.000.000 pada 2025. Penyaluran tunjangan kini langsung ke rekening guru setiap bulan,” tambah Teddy.

Pemerintah menyatakan bahwa tidak ada pengurangan program maupun anggaran pendidikan, justru ada penambahan, penguatan, dan perbaikan mekanisme agar lebih tepat sasaran untuk siswa, guru, dan sekolah.

Masyarakat diimbau untuk menyaring informasi dan melihat data secara utuh sebelum mempercayai narasi yang beredar.

Dengan demikian, pemerintah menegaskan komitmennya untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.

Kami akan terus memantau perkembangan program ini dan memberikan informasi terbaru kepada masyarakat.

 

Terima kasih atas perhatian Anda.