Militan 455 dan BPVP Pangkep Teken MoU, Perkuat Pelatihan Vokasi Berbasis Kebutuhan Industri

Perskpknews.com PANGKEP — Perkumpulan Militan 455 memperkuat komitmennya dalam pembangunan sumber daya manusia (SDM) melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Pangkajene dan Kepulauan, unit pelaksana teknis di bawah Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia.

Penandatanganan berlangsung di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, Kamis (26/2/2026).

MoU tersebut ditandatangani oleh Kepala BPVP Pangkep, Ashari Arifuddin, dan Ketua Umum Militan 455, Bagus Dibyo Sumantri. Kesepahaman ini menjadi langkah konkret dalam menghadirkan pelatihan vokasi yang adaptif terhadap kebutuhan industri dan dinamika pasar kerja, khususnya di wilayah Sulawesi Selatan.

Fokus Pelatihan Berbasis Kompetensi

Kerja sama ini bertujuan memperluas akses pelatihan berbasis kompetensi bagi masyarakat. Program yang dirancang diharapkan mampu menjawab tantangan ketenagakerjaan, menekan angka pengangguran, serta menciptakan tenaga kerja yang terampil dan berdaya saing.

Kepala BPVP Pangkep, Ashari Arifuddin, menegaskan pentingnya keterhubungan antara pelatihan dan kebutuhan riil dunia usaha serta dunia industri.

“Pendekatan ini penting agar lulusan pelatihan tidak hanya memiliki sertifikat, tetapi juga kompetensi yang relevan dan siap diterapkan di lapangan kerja,” ujarnya.

Sinergi Pemerintah dan Organisasi Masyarakat

Sementara itu, Ketua Umum Militan 455, Bagus Dibyo Sumantri, menilai kolaborasi antara pemerintah dan organisasi masyarakat menjadi pilar penting dalam mempercepat peningkatan kualitas SDM daerah.

“Pelatihan vokasi memiliki dampak berlapis, mulai dari peningkatan keterampilan individu hingga penguatan kemandirian ekonomi keluarga dan komunitas,” tuturnya.

Ruang Lingkup Kerja Sama

Adapun ruang lingkup kesepahaman mencakup:

*Pelatihan berbasis kompetensi

*Pengembangan keterampilan teknis dan nonteknis

*Program pemberdayaan masyarakat   berorientasi produktivitas dan kewirausahaan

Melalui kolaborasi ini, kedua pihak berharap pelatihan vokasi dapat menjangkau lebih luas masyarakat Sulawesi Selatan dan menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan.

 

Editor Redaksi Sul-Sel