Pontianak 23 febuari 2026 pers kpktipikor news.
Diduga kelalaian dinas balai kementrian pekerjaan umum Direktorat jenderal bina marga satuan kerja pelaksanaan jalan Nasional wilayah 1 Kalimantan provinsi Kalimantan Barat

Pekerjaan pembangunan atau perbaikan jembatan ruas jalan daeng Menambon mempawah tebas dan Singkawang cs yang di kerjakan oleh PT.ARONY DUTA INDOTAMA. Diduga terlambat dan menyelesaikan pekerjaan proyek
Tim investigasi konfirmasi ke pelaksana

Pelaksanaan diam tak ambil peduli seakan akan kebal hukum proyek yang fantastis bernilai Rp.15.995.200.000.00., PT.ARONY DUTA INDOTAMA membuat sorotan publik proyek yang terlambat apakah dikenakan sangsi, sebagai kontrol sosial menjaga dan memantau kegiatan proyek yang di anggaran dari uang negara mengingat sebagai warga masyarakat INDONESIA mengetahui dengan mata telanjang memberikan kritik dan atau saran.
Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan bahwa uang negara walau satu rupiah harus dipantau dan kembalikan ke negara, kalau ada kerugian negara wajib di laporkan ke APH aparat penegak hukum
Saat tim konfirmasi kelapangan mempertanyakan penanggung jawab proyek,ungkap salah satu pekerja pimpinan proyek kami adalah pak adi.p
Pengakuan pekerja memang terlambat dan harus kami selesaikan kalau mau lebih lanjut nya temui pak adi.p jelasnya
Beberapa kali tim investigasi menghubungi untuk konfirmasi kepada pak Adi p. melalui via wa tak menanggapi menimbulkan dugaan tidak mau memberikan jawaban. informasi diketahui dan sangsi dari kementerian pupr balai jalan Nasional wilayah 1 Kalimantan Barat menyampaikan ke publik melalui pemberitaan atau media online
Tim meminta setmen dari kementrian pupr balai jalan Nasional wilayah 1 Kalimantan Barat tak ada jawaban
Mempertanyakan berapa per hari atau per mil yang harus di kembalikan k negara.
Tim meminta gubernur Kalbar memanggil pemegang komitmen kasak kementerian PUPR balai jalan Nasional wilayah Kalimantan 1 kalbar komitmen
Meminta APH penegak hukum secepatnya memanggil kasaker atau ppk balai jalan Nasional wilayah 1 Kalimantan, kalbar untuk meminta penjelasan keterlambatan diduga pencairan sudah seratus persen.
Tim investigas
