Perebutan Kursi Ketua KONI Padang Pariaman Memanas, Nama Asmadi Semakin Mencuat

 

Padang Pariaman — Dinamika menuju pemilihan Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Padang Pariaman periode 2025–2028 semakin memanas dan mengerucut. Salah satu nama yang kini mencuat kuat di kalangan pelaku olahraga daerah adalah Asmadi, sosok yang dikenal memiliki komitmen tinggi serta rekam jejak panjang dalam pembinaan olahraga di Padang Pariaman.

Sebagai bentuk keseriusannya, Asmadi menggelar pertemuan strategis bersama 60 pelaku olahraga, termasuk 28 Ketua Cabang Olahraga (Cabor), di Rumah Makan Seafood Putra Minang, pada Minggu, 2 November 2025. Pertemuan berlangsung dalam suasana akrab namun sarat makna, membahas arah pembinaan olahraga dan tata kelola KONI Padang Pariaman ke depan.

Dalam sambutannya, Asmadi mengucapkan terima kasih atas dukungan dan kehadiran para Ketua Cabor. Ia menegaskan bahwa keinginannya maju sebagai calon Ketua KONI bukan karena ambisi jabatan, melainkan karena panggilan hati untuk membangun kembali kejayaan olahraga daerah.

“KONI adalah rumah besar bagi seluruh insan olahraga. Di sinilah tempat kita menata langkah, memperjuangkan prestasi, dan membina generasi muda agar bermental juara. Jika kita solid, saya yakin Padang Pariaman mampu menorehkan prestasi yang membanggakan,” ujar Asmadi di hadapan peserta.

 

Asmadi menilai, kemajuan olahraga tidak bisa dicapai hanya dengan semangat sesaat. Diperlukan manajemen yang profesional, sistem pembinaan jangka panjang, dan transparansi anggaran agar pembinaan atlet berkelanjutan. Ia juga menegaskan pentingnya kolaborasi antara pengurus KONI, pemerintah daerah, dan semua Cabor.

“Prestasi tidak datang tiba-tiba. Dibutuhkan kerja keras, strategi, dan dukungan berkesinambungan. Kita ingin olahraga Padang Pariaman punya arah, bukan sekadar berjalan tanpa tujuan,” tambahnya.

Sebagai langkah konkret, Asmadi berencana mengaktifkan kembali Dewan Penyantun KONI yang selama ini kurang berperan. Ia akan menggandeng para tokoh berpengaruh seperti anggota DPR RI, DPRD Provinsi, hingga tokoh masyarakat Padang Pariaman, untuk menjadi bapak angkat bagi masing-masing Cabor.

“Kita akan coba menjadi jembatan untuk mencari bapak angkat bagi setiap cabang olahraga. Dengan dukungan mereka, pembinaan atlet bisa lebih terarah,” jelasnya.

Salah satu program prioritas yang dicanangkan Asmadi adalah menghidupkan kembali Pekan Olahraga Kabupaten (PORKAB) yang sudah lama vakum. Ia menargetkan ajang tersebut dapat digelar kembali pada tahun 2026, jika diberi amanah memimpin KONI Padang Pariaman.

“Dulu ada PORKAB, tapi kepercayaan itu hilang. Insya Allah kalau diamanahkan, tahun 2026 kita hidupkan kembali PORKAB untuk kebanggaan kita bersama,” tegas Asmadi.

Sementara itu, Januar Bakri, pengamat olahraga yang turut hadir dalam pertemuan tersebut, menilai langkah Asmadi sangat positif. Ia menyebut Asmadi sebagai figur yang terbuka, komunikatif, dan memahami realitas olahraga dari tingkat lapangan hingga organisasi.

“KONI tidak bisa maju tanpa anggaran dan kepemimpinan yang mau mendengar. Pertemuan ini menunjukkan Asmadi serius dan siap membangun olahraga Padang Pariaman,” ungkap Januar.

Asmadi menutup pertemuan dengan menegaskan tiga pilar utama yang akan menjadi fondasi kepemimpinannya: profesionalisme, transparansi, dan prestasi. Ia juga menekankan pentingnya digitalisasi administrasi KONI untuk mempercepat pelaporan, pendataan atlet, dan evaluasi program.

“KONI harus terbuka dan modern. Semua Cabor punya hak yang sama untuk berkembang. Transparansi dan komunikasi dua arah adalah kunci kepercayaan,” tandasnya.

Dengan dukungan luas dari para Ketua Cabor dan insan olahraga, langkah Asmadi menuju kursi Ketua KONI Padang Pariaman semakin mantap. Pertemuan di Seafood Putra Minang menjadi sinyal kuat bahwa era baru olahraga Padang Pariaman sedang dipersiapkan — dengan semangat kebersamaan, kejujuran, dan kerja nyata untuk prestasi daerah.

“Saya tidak ingin janji muluk. Kita mulai dari hal nyata: pembinaan, pelatihan, dan tata kelola yang bersih. KONI harus kembali menjadi simbol kebanggaan olahraga Padang Pariaman,” pungkas Asmadi.