Padang Pariaman,Rabu,17 September β Di tengah geliat dunia pacuan kuda Indonesia, muncul satu nama yang kini menjadi buah bibir di arena lintasan: H. Indra Piliang. Bukan hanya karena deretan kudanya yang berprestasi, tapi juga karena perannya yang begitu besar dalam menghidupkan kembali semangat pacu kuda Minangkabau,khususnya Dikecamatan VII koto sungai sariak kabupaten Padang Pariaman, langsung dari akar tradisi di kampung halamannya.
Dikenal sebagai pengusaha sukses di Medan, H. Indra Piliang adalah putra asli dari VII Koto Sei Sariak, Korong Guguak Gajah, Nagari Balah Aia Timur, Kabupaten Padang Pariaman. Namun siapa sangka, di balik kesibukannya di dunia usaha, ia menyimpan cinta yang mendalam terhadap kuda pacu β hobi yang mulai ditekuninya saat pandemi Covid-19 melanda.
Saat dunia sepi karena pembatasan, H. Indra justru memulai sesuatu yang baru: merawat seekor kuda pacu yang diberi nama Bintang Cintya. Dari situlah lahir Cintya Stable, kandang yang kini menaungi sejumlah kuda berkualitas tinggi yang telah menorehkan prestasi di berbagai event pacuan, baik tingkat lokal maupun nasional.


Beberapa kuda andalan Cintya Stable antara lain:
π Bintang Cintya β Kuda pertama yang menjadi ikon dan semangat awal dari Cintya Stable.
π Lea β Bintang baru yang terus menunjukkan perkembangan luar biasa di kelasnya.
π Ozora β Salah satu kuda terbaik yang pernah dimiliki, namun wafat saat latihan β meninggalkan kenangan manis di lintasan.
π Dan sejumlah kuda lainnya, baik hasil peranakan sendiri maupun pembelian baru, yang masing-masing memiliki prestasi membanggakan di arena pacu.
Namun bagi H. Indra, prestasi bukanlah satu-satunya tujuan. Ia punya visi yang lebih besar: melahirkan generasi baru pacuan kuda. Kini, Cintya Stable tengah membina seorang joki muda berbakat bernama Luthfi, pemuda asal VII Koto Sungai Sariak. Meski usianya masih belia, Luthfi telah menunjukkan bakat alami dan keberanian yang luar biasa di atas pelana.
> βLuthfi ini istimewa. Dia masih muda, tapi sudah punya naluri pacuan yang tajam. Harapan kami, dia bisa menjadi joki kebanggaan Padang Pariaman dan bersinar di tingkat nasional,β ujar H. Indra dengan bangga.
Tak berhenti di situ, keberadaan Cintya Stable juga membawa berkah bagi kampung halaman. Berkat peran aktif H. Indra, kini Lapangan Pacu Kuda Paguah Duku Banyak β yang sempat lama tidak aktif β mulai kembali menggeliat. Event-event pacuan kembali digelar, dan masyarakat pun kembali merasakan denyut ekonomi lokal.
Salah satu tokoh masyarakat mengungkapkan:
> βKami sangat bangga dengan H. Indra Piliang. Beliau bukan hanya sukses di perantauan, tapi juga membawa dampak nyata ke kampung. Lapangan pacu yang dulu sepi, kini hidup lagi. Saat ada lomba, ekonomi masyarakat ikut bergerak β dari pedagang, tukang parkir, sampai anak-anak muda,β ujarnya penuh syukur.
Kini, Cintya Stable tak hanya menjadi simbol prestasi, tapi juga harapan. Harapan bahwa tradisi pacu kuda Minangkabau bisa terus hidup, diwariskan ke generasi muda, dan menjadi bagian dari kebanggaan budaya Ranah Minang di masa depan.
> βIni bukan sekadar hobi atau bisnis. Ini adalah dedikasi untuk kampung halaman dan warisan budaya. Semoga apa yang kami mulai bisa menjadi jalan bagi lebih banyak anak muda Minang untuk bangkit lewat pacuan kuda,β tutup H. Indra Piliang.
@Rizal &Januar (KPK Tipikor news)
