Isi tabung gas 3 kg yang beredar di Kabupaten Pangkep mulai dikeluhkan masyarakat. Diduga, isi tabung gas elpiji tidak sesuai dengan yang seharusnya. Pasalnya, konsumen kerap menemukan tabung gas bersubsidi itu tidak terisi penuh.
Seperti yang dikemukakan oleh Pak Tamsil warga Desa Parenreng, Kecamatan Segeri. Ia merasa aneh dengan tabung gas yang dibelinya lantaran diduga tidak terisi penuh seratus persen. Dari regulator kompor di dapurnya, ia melihat gas tabung hanya terisi sebanyak 50% saja.
Selama ini ia mengaku selalu membeli gas melon di warung tak jauh dari kediamannya. Biasanya setelah membeli tabung gas, ia selalu mengecek isi tabung sebelum digunakan. Meski tidak selalu di warung yang sama, namun sudah dua kali ini ia mendapat gas melon yang tidak terisi penuh.
Saya jujur kecewa, tapi setiap menemukan, saya tidak pernah minta tukar. Mungkin saja warung dapat dari pangkalan isinya sudah segitu,” papar Pak Tamsil.
Sementara itu, Kasi Distribusi dan Perlindungan Konsumen Disperindag Kabupaten Pangkep, Purwastuti mengatakan tim memantau selama delapan hari.
“Jadi kita itu pantau proses penerapannya berjalan atau tidak, kita periksa isinya sesuai atau tidak dengan tabungnya. Kita juga pantau SNI nya gas elpigi dan kadaluarsanya itu sudah baik.
Memang banyak warga yang mengeluhkan soal isi tabung gas tidak sesuai, dengan melihat amper pada kompor gas. Indikator pada regulator gas umumnya tidak bisa menunjukkan secara pasti berapa sisa gas dalam tabung, tetapi lebih kepada tekanan gas saat itu.
Lebih lanjut ia menjelaskan, untuk gas ukuran 3 kg, tabung kosong memiliki bobot 5 kg. Jika gas elpiji terisi penuh maka beratnya mencapai 8 kg. Oleh karena itu, untuk mengukur penuh atau tidaknya isi gas dalam tabung, Purwastuti menyarankan untuk menimbangnya bukan melihat dari ukuran amper.
Kalau setelah ditimbang ternyata isinya kurang dari itu, bisa dilaporkan kepada pengecer dan agen,” tuturnya
