Waprea, 18 Februari 2025 – Tim Media Pers KPK Tipikor News melakukan kunjungan silaturahmi ke SD Al-Hilaal Waprea, Kecamatan Waplau, Kabupaten Buru (Namlea) pada pukul 09.26 WIT. Kedatangan tim disambut dengan baik oleh Kepala Sekolah Bapak Amzar Buton beserta jajaran guru.
Dalam kunjungan tersebut, terungkap bahwa SD Al-Hilaal Waprea memiliki sembilan tenaga pendidik, termasuk kepala sekolah, dengan seluruh guru berstatus PNS. Sekolah ini mendidik 92 siswa dari kelas satu hingga kelas enam.
Permohonan Bantuan Pagar Sekolah
Kepala Sekolah Amzar Buton menyampaikan aspirasi terkait kondisi pagar sekolah yang sudah rapuh dan membusuk, karena masih menggunakan material kayu yang tidak tahan lama. Ia berharap ada bantuan dari pemerintah pusat untuk membangun pagar beton, demi keamanan siswa.
“Sekolah kami berada dekat dengan laut, dan pagar yang ada sekarang sudah mulai rusak. Kami khawatir siswa bisa jatuh atau keluar dari lingkungan sekolah. Jika ada pagar beton, mereka akan lebih aman saat bermain,” ungkapnya.
Dana BOS Disalurkan Sesuai Kebutuhan
Selain itu, Amzar Buton juga memastikan bahwa Dana BOS telah disalurkan dengan baik, digunakan untuk membantu siswa yang benar-benar membutuhkan serta membeli buku pelajaran dari kelas satu hingga kelas enam.
Apresiasi dari KPK Tipikor News
Bapak Rizal Wajo, SH, dari Divisi Intelijen dan Investigasi DPP KPK Tipikor, mengapresiasi disiplin dan dedikasi para guru SD Al-Hilaal Waprea dalam mendidik siswa. Ia juga memastikan bahwa pengelolaan Dana BOS sudah sesuai dengan kebutuhan sekolah.
“Kami melihat sekolah ini sangat disiplin, dan pengajarannya juga berjalan dengan baik. Semoga SD Al-Hilaal Waprea semakin berkembang dan menghasilkan murid-murid yang cerdas untuk kemajuan bangsa,” ujar Rizal Wajo.
Dengan adanya kunjungan ini, diharapkan aspirasi Kepala Sekolah Amzar Buton terkait pembangunan pagar beton segera mendapat perhatian dari pemerintah, demi kenyamanan dan keamanan siswa SD Al-Hilaal Waprea.
Media Pers KPK Tipikor News
(Pengawasan Korupsi – Independen dan Terpercaya)
Reporter: Yuniar Linda Yati
