Lima Siswa Terima Penghargaan, SMAN 5 Padang Luncurkan dan Bedah Buku

Padang,  perskpknews.com – Menulis mengajarkan seseorang untuk berpikir. Sedangkan membaca fenomena mengajarkan seseorang untuk peka terhadap lingkungan masyarakatnya.

Demikian disampaikan Sekretaris DPD SatuPena Armaidi Tanjung pada peluncuran dan bedah buku “Fenomena Sosial Dalam Sorotan Pelajar SMANLI (Kumpulan Tulisan Siswa/i SMAN5 Padang)” Kamis (15/10/2026) di ruang Perpustakaan Mutiara Qalbu SMAN 5 Padang. Menurut Armaidi Tanjung, keberanian menyampaikan gagasan mengajarkan seseorang untuk bertanggung jawab terhadap apa yang dipikirkan yang kemudian ditulisnya. Sehingga orang lain dapat membaca gagasan apa yang disampaikan si penulisnya.

“Setiap tulisan memiliki karakter dan tingkat kematangan yang berbeda. Hal itu justru menjadi kekayaan buku ini. Sebagai editor, tidak hendak menghilangkan suara asli para penulis muda dengan penyuntingan yang berlebihan. Perbaikan dilakukan terutama pada aspek kebahasaan, ejaan, struktur, dan keterbacaan, sementara gagasan serta karakter tulisan tetap dipertahankan sedapat mungkin,” kata Armadi Tanjung yang tampil sebagai pembicara dan editor buku ini bersama Ridha, S.Sos, M.M, Kepala Perpustakaan Mutiara Qolbu SMAN 5 Padang.

Dikatakan Armaidi Tanjung, buku setebal xii + 910 halaman ini, memuat 67 tulisan dari 67 siswa SMAN 5 Padang. “Tulisan-tulisan dalam buku ini bukan sekadar rangkaian kata yang lahir dari tugas sekolah. Namun di dalamnya terdapat kegelisahan, pertanyaan, pengamatan, kritik, harapan, bahkan pengalaman yang dekat dengan kehidupan sehari-hari pelajar. Mereka menulis tentang dunia yang mereka lihat dan alami: perkembangan teknologi dan media sosial, pergaulan, pendidikan, keluarga, persahabatan, kesehatan mental, budaya, lingkungan, penggunaan gawai, kecanduan internet, perubahan gaya hidup, hingga berbagai persoalan sosial yang sedang berlangsung di tengah masyarakat,” tutur Armaidi Tanjung yang juga alumni SMAN 5 Angkatan 1988 ini.
Menurut Armaidi Tanjung, para penulis muda ini melihatnya dari posisi mereka sebagai pelajar. Karena itu, tulisan-tulisan dalam buku ini memiliki sudut pandang yang khas. Ada yang kritis, ada yang reflektif, ada yang sederhana, dan ada pula yang mencoba menawarkan jalan keluar. Keseluruhannya memperlihatkan bahwa pelajar bukan hanya objek dari berbagai perubahan zaman, tetapi juga memiliki kemampuan untuk membaca dan menyuarakan perubahan tersebut.

Armaidi Tanjung memberikan pesan kepada siswa yang hadir, jangan takut jika tulisan pertama belum sempurna. “Tulisan yang baik tidak selalu lahir dari mereka yang sejak awal pandai menulis, tetapi dari mereka yang mau terus membaca, mengamati, berpikir, menulis, dan memperbaiki diri,” ujar Armaidi Tanjung.

Peluncuran dan bedah buku sekaligus pembinaan siswa dalam menulis dibuka Wakil Kepala Sekolah SMAN 5 Padang Darwanto. “Buku ini menarik dalam rangka meningkat minat menulis di kalangan siswa/siswi SMAN 5 Padang. Pimpinan SMAN 5 Padang sangat mengapresiasi terbitnya buku ini. Sebelumnya, sudah beberapa buku yang terbit hasil karya siswa-siswi SMAN 5 Padang. Semoga ke depan dapat terus ditingkatkan,” kata Darwanto.

Juga diserahkan penghargaan kepada lima siswa SMAN 5 Padang atas dedikasinya dalam berkarya, masing-masing yakni Quinsya Zahiya Azka, Valen Febriani, Naura Mahira Nefda, Brian Muhammad Fadihillah dan Muhammad Alif Mumtaz.