PANDEGLANG, 8 Oktober 2026 — kpktipikornews-TK Raudatul Jannah menggelar kegiatan pembelajaran dan simulasi Manasik Haji Cilik yang penuh makna di kawasan Kampung Wisata, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten. Kegiatan yang berlangsung pada Kamis pagi ini diikuti oleh seluruh peserta didik, guru, serta para orang tua murid dengan penuh semangat dan kehangatan .
TUJUAN DAN TEMATIK KEGIATAN
Kegiatan ini diselenggarakan dengan tema “Mengenal Ibadah Haji Sejak Dini, Mencintai Ajaran Allah Sejak Kecil”. Kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai keagamaan sejak usia dini, mengenalkan rukun Islam kelima kepada anak-anak melalui cara yang sederhana, nyata, dan menyenangkan, serta membentuk karakter anak yang religius, disiplin, dan mandiri .
Kepala TK Raudatul Jannah “RAUDOH” menyampaikan Usia emas anak adalah waktu terbaik untuk menanamkan nilai keimanan. Apa yang dipelajari dan dirasakan anak hari ini, Insyaallah akan membekas seumur hidup. Kami ingin anak-anak mencintai ibadah, bukan sekadar mengetahuinya.”
🕋 RANGKAIAN KEGIATAN MANASIK HAJI
Dengan panduan para guru, anak-anak mengikuti urutan simulasi ibadah haji secara bertahap dan sederhana :
1. Memakai Pakaian Ihram
Anak-anak mengenakan pakaian putih bersih. Anak laki-laki memakai dua lembar kain putih, sedangkan anak perempuan mengenakan gamis dan kerudung putih — simbol kesucian dan kesetaraan di hadapan Allah.
2. Niat Ihram & Membaca Talbiyah
Bersama-sama dipandu guru, anak-anak membaca niat ihram: “Nawaitul hajja wa ahromtu bihillahi ta’ala” (Aku niat haji dengan berihram karena Allah Ta’ala), lalu melantunkan Talbiyah: “Labbaik Allahumma labbaik…”
3. Simulasi Tawaf
Mengelilingi replika Ka’bah buatan sebanyak 7 putaran dengan tertib dan gembira .
4. Simulasi Sa’i
Berjalan mengikuti jalur yang telah disiapkan sebanyak 7 kali putaran, meneladani perjuangan Siti Hajar mencari air untuk putranya Ismail AS .
5. Wukuf di Padang Arafah
Berkumpul dan berdoa dengan khusyuk sejenak, mengenalkan makna kebersamaan dan berdoa kepada Allah .
6. Melempar Jumrah
Simbolis melempar batu kecil ke tiang, sebagai tanda menolak godaan setan .
7. Tahalul — Penutup Kegiatan
Simbolis memotong sedikit ujung rambut sebagai tanda selesai berihram, lalu saling mengucapkan selamat dan salam
Lokasi di Kampung Wisata Pandeglang memberikan suasana yang sejuk dan nyaman. Anak-anak tampak sangat antusias, wajah mereka berseri-seri mengenakan pakaian ihram putih. Banyak orang tua yang turut mendampingi dan mengabadikan momen berharga ini.
orang tua murid menyampaikan Sangat luar biasa melihat anak saya begitu bersemangat belajar ibadah. Semoga langkah kecil hari ini menjadi bekal kebaikan
Kegiatan ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh salah satu guru, berharap semoga kegiatan ini senantiasa dilimpahi keberkahan, menjadikan anak-anak kita generasi yang beriman dan bertakwa, serta kelak diangkat menjadi jamaah haji yang mabrur.
