NIAS – Kondisi ruas jalan strategis Gunungsitoli–Hiliduho–Alasa kian memprihatinkan. Kerusakan parah di sejumlah titik telah membahayakan keselamatan pengguna, jalur ini menjadi urgen ditangani secara tuntas.
Tokoh masyarakat Nias Utara sekaligus politisi Golkar, Rozama Lase (Ama Karlos Lase), mendesak Pemerintah Provinsi Sumatera Utara turun tangan serius. Ia mengusulkan pengambilalihan status jalan menjadi jalan provinsi, agar penanganan lebih terarah, berkelanjutan, dan terbebas dari keterbatasan anggaran daerah.
“Ini bukan sekadar jalan rusak, soal nyawa rakyat. Jangan bergerak baru saat korban berjatuhan,” tegas Rozama saat ditemui di Gunungsitoli.
Jalur ini adalah nadi penghubung Kota Gunungsitoli dengan wilayah Hiliduho dan Alasa, padat aktivitas roda dua maupun empat. Kondisi rusak telah memicu kecelakaan—mulai dari pengendara motor terjatuh hingga mobil terguling.
Rozama berharap Gubernur Sumut Muhammad Bobby Afif Nasution menjadikan ini prioritas mendesak. Ia meminta pemangku kepentingan duduk bersama menyelesaikan persoalan kewenangan yang sering kali menjadi penghambat.
“Jangan biarkan batas administrasi membuat rakyat terus terancam. Jika tetap di kewenangan daerah, perbaikan terhambat dana. Status provinsi adalah solusi agar jalan aman dan pasti tertangani,” ujarnya.
Masyarakat kini menunggu langkah nyata. Keselamatan tidak boleh dikorbankan oleh alasan birokrasi.Gunawan Hulu
