JAKARTA, PersKpkNews.com – Kabar duka menyelimuti dunia pers nasional. Sekretaris Jenderal Persatuan Wartawan Indonesia Pusat, Zulmansyah Sekedang, meninggal dunia pada Sabtu dini hari, 17 April 2026, pukul 00.10 WIB di Rumah Sakit Budi Kemuliaan, Jakarta.
Almarhum wafat dalam usia 54 tahun akibat serangan jantung, setelah sebelumnya menghadiri agenda organisasi dan mengalami kondisi darurat saat makan malam bersama pengurus PWI di kawasan Jalan Jaksa, Jakarta Pusat.
Informasi wafatnya Zulmansyah dibenarkan Wakil Bendahara Umum PWI Pusat, Sumber Rajasa Ginting. Ia menjelaskan, pada Jumat malam, 16 April 2026, almarhum menghadiri Deklarasi Peluncuran Serikat Wartawan Senior Indonesia di Kampus LSPR, Jakarta.
Usai acara, Zulmansyah bersama sejumlah pengurus PWI melanjutkan makan malam di Jalan Jaksa. Sekitar pukul 21.00 WIB, almarhum mengeluh sesak dada hebat, tubuh lemas, dan muntah-muntah. Rekan-rekannya segera melarikannya ke RS Budi Kemuliaan.
“Hasil pemeriksaan dokter, almarhum mengalami serangan jantung. Ada riwayat penyakit jantung sebelumnya,” terang Sumber Rajasa.
Pihak RS sempat menyarankan rujukan ke RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita. Namun, pukul 00.10 WIB, Zulmansyah dinyatakan meninggal dunia.
Ketua Umum PWI Pusat, Akhmad Munir, menyampaikan duka mendalam. “Kami kehilangan salah satu kader terbaik yang selalu total dalam bekerja untuk organisasi. Semangat dan dedikasi beliau akan selalu kami kenang,” ujarnya.
Semasa hidup, Zulmansyah dikenal ramah, energik, dan dedikatif. Rekam jejaknya di PWI: Ketua PWI Provinsi Riau dua periode, Ketua Bidang Organisasi PWI Pusat hasil Kongres ke-24 Bandung 2023, Plt Ketua Umum PWI Pusat, Ketua Umum PWI Pusat hasil KLB, hingga Sekjen PWI Pusat hasil Kongres Persatuan Agustus 2025 di Cikarang.
Almarhum disebut sebagai figur kunci yang mengakhiri dualisme kepengurusan PWI Pusat melalui Kongres Persatuan. Ia menjadi jembatan rekonsiliasi antara kubu KLB dan kubu hasil Kongres Bandung.
Keluarga besar PWI memohon doa agar almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa.
Zulmansyah Sekedang meninggalkan warisan terbesar berupa PWI yang kembali utuh.
Kepergiannya pada usia produktif menjadi duka sekaligus alarm bagi insan pers nasional terkait beban kerja dan kesehatan wartawan
Laporan: Aby Razak
