PADANG PARIAMAN – Dalam semangat mempercepat laju pembangunan Kabupaten Padang Pariaman ke depan, sejumlah lembaga penting yang berperan strategis mulai mendapat perhatian serius dari pasangan kepemimpinan John Kenedy Azis (JKA) dan Rahmat Hidayat (RH). Lembaga-lembaga ini bukan hanya simbol kelembagaan, tetapi juga motor penggerak sinergi antar sektor yang vital untuk kemajuan daerah.
JKA-RH memahami bahwa percepatan pembangunan tidak bisa dilakukan sendiri oleh pemerintah daerah. Peran serta aktif dari berbagai lembaga strategis di masyarakat sangat dibutuhkan untuk menciptakan ekosistem pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan. Berikut adalah beberapa lembaga yang menjadi fokus kemitraan JKA-RH:
-
PDAM (Perusahaan Daerah Air Minum): Sebagai penyedia layanan dasar masyarakat, PDAM memiliki peran krusial dalam menjamin akses air bersih yang merata dan berkelanjutan. Ketersediaan air bersih adalah indikator utama kesejahteraan dan kualitas hidup rakyat. Di bawah arah kebijakan JKA–RH, PDAM diharapkan menjadi institusi yang modern, efisien, dan transparan dalam melayani kebutuhan dasar masyarakat.
-
KONI (Komite Olahraga Nasional Indonesia): KONI Padang Pariaman diharapkan tidak hanya fokus mencetak prestasi olahraga, tetapi juga menjadi alat pemersatu generasi muda dan simbol semangat daerah. Dukungan serta pembinaan atlet lokal menjadi bagian penting dari pembangunan karakter dan identitas daerah yang kuat, mencerminkan semangat sportivitas dan kebersamaan.
-
BAZNAS (Badan Amil Zakat Nasional): Dalam sektor sosial keagamaan, BAZNAS memegang peran strategis dalam menyalurkan zakat dan infak secara adil dan tepat sasaran. Bersama JKA–RH, BAZNAS diharapkan semakin aktif menanggulangi kemiskinan, memperkuat UMKM umat, dan mendorong kemandirian ekonomi masyarakat, menciptakan dampak sosial yang lebih luas.
-
MUI (Majelis Ulama Indonesia): Sebagai rujukan moral dan spiritual masyarakat, MUI menjadi pilar penting dalam menjaga harmoni sosial serta memberikan panduan keagamaan yang sejuk dan solutif. Dalam percepatan pembangunan daerah, suara ulama dan kearifan lokal menjadi penyeimbang yang sangat dibutuhkan untuk memastikan pembangunan berjalan sesuai nilai-nilai luhur.
-
LKAAM (Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau): LKAAM adalah institusi kunci dalam merawat dan melestarikan adat istiadat Minangkabau yang menjadi ruh masyarakat Padang Pariaman. JKA–RH berkomitmen menjadikan adat sebagai pilar pembangunan yang berkeadilan dan berbudaya, memastikan bahwa modernisasi tidak mengikis akar budaya lokal.
-
PRAMUKA: Gerakan Pramuka diharapkan menjadi wadah pembinaan karakter generasi muda yang tangguh, mandiri, dan berintegritas. JKA–RH mendorong Pramuka untuk aktif dalam berbagai kegiatan sosial, lingkungan, dan kebencanaan sebagai mitra strategis pemerintahan, membentuk generasi penerus yang peduli dan siap berkontribusi.
-
KNPI (Komite Nasional Pemuda Indonesia): Sebagai garda terdepan pemuda, KNPI menjadi jembatan antara aspirasi generasi muda dan kebijakan pemerintah. Bersama KNPI, JKA–RH ingin menjadikan pemuda sebagai pelaku utama pembangunan, memberikan ruang bagi ide-ide inovatif dan semangat pembaharuan dari kalangan muda.
Jabatan-jabatan strategis pada lembaga-lembaga ini bukan sekadar posisi struktural, tetapi merupakan titik tolak percepatan pembangunan Padang Pariaman. Kolaborasi yang kuat dan transparan antara pemerintah daerah dan lembaga masyarakat adalah kunci keberhasilan menuju Padang Pariaman yang lebih maju, religius, dan berdaya saing di bawah kepemimpinan JKA–RH. Sinergi ini diharapkan akan menciptakan gelombang positif yang membawa kesejahteraan merata bagi seluruh masyarakat. red
