Jakarta, 08 Januari 2025 – Tujuh pengacara ternama dari Perhimpunan Praktisi Hukum Indonesia (PPHI) DKI Jakarta berkumpul dalam suasana santai di sebuah rumah makan sederhana di Jalan Lontar, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Agenda makan malam ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga diskusi mendalam terkait beberapa kasus besar yang sedang mereka tangani.
Salah satu kasus yang menjadi perhatian utama adalah pendampingan sidang kasus wanprestasi hutang piutang yang tengah berlangsung di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Para pengacara tersebut berdiskusi tentang strategi hukum terbaik untuk memenangkan kasus yang melibatkan klien dengan nilai gugatan cukup besar.
“Kami ingin memastikan setiap langkah hukum yang diambil tidak hanya memenuhi aspek keadilan, tetapi juga memberikan solusi terbaik bagi klien kami,” ujar J. Umboro, SH, MH, salah satu pengacara senior yang juga menjabat sebagai Ketua PPHI DKI Jakarta.
Sambil menikmati hidangan khas Sop Betawi yang terkenal gurih dan kaya rasa, suasana perbincangan terlihat akrab namun serius. Menurut Ronny Akkizan, SH, yang juga menjadi bagian dari tim pengacara, makan malam seperti ini sering menjadi kesempatan untuk bertukar pandangan dan memperkuat solidaritas antaranggota.
“Kami tidak hanya membahas teknis hukum, tetapi juga mencari pendekatan yang lebih humanis dalam menyelesaikan permasalahan hukum klien,” tambah Ronny, yang dikenal sebagai Sekretaris I PPHI DKI Jakarta.

Selain kasus wanprestasi, diskusi juga mencakup beberapa kasus lainnya, termasuk pendampingan hukum bagi masyarakat kecil yang menghadapi persoalan sengketa tanah dan upaya hukum untuk membela seorang aktivis lingkungan yang sedang diperjuangkan oleh tim PPHI.
Makan malam ini menjadi bukti nyata bagaimana para pengacara PPHI DKI Jakarta tidak hanya mengandalkan sidang sebagai medan perjuangan, tetapi juga menggunakan setiap momen untuk memperkuat strategi dan kerja sama tim.
“Kami berharap, hasil diskusi ini bisa memberikan dampak positif pada kasus-kasus yang sedang kami tangani,” tutup Umboro sebelum meninggalkan lokasi pertemuan.
Makan malam dengan menu Sop Betawi ini pun berakhir sekitar pukul 22.00 WIB, meninggalkan kesan bahwa di balik kesibukan mereka sebagai penegak hukum, ada semangat kebersamaan yang terus dijaga untuk memperjuangkan keadilan. (TC)
