Pariaman, perskpknews.com – Sebanyak 29 orang mahasiswa dan mahasiswi Institut Agama Islam Sumatera Barat (IAI Sumbar) resmi menjadi anggota Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) IAI Sumbar Pariaman setelah mengikuti Masa Penerimaan Anggota Baru (Mapaba) selama dua hari, Sabtu-Minggu malam (31/10 hingga 1/11/2026). Mapaba berlangsung di pondok pesantren Nahdatul Ulum Desa Kajai Kecamatan Pariaman Timur Kota Pariaman.
Menurut Ketua Komisariat PMII IAI Sumbar Pariaman Fajra Indratul Fadly Tuanku Kuniang, peserta mendapatkan ilmunya dan diharapkan serius dalam berproses di organisasi PMII. Peserta jangan mau menjadi mahasiswa yang hanya mahasiswa kupu. Akan tetapi jadilah mahasiswa yang kritis dan adaptif. Mahasiswa yang bisa memberikan kritik dan juga bisa memberikan solusi.
“Mahasiswa yang menjadi kader PMII harus banyak membaca. Sering-sering berdiskusi, yang pada akhirnya memberikan motivasi untuk terus meningkatkan wawasan dan ilmu pengetahuan. Jika kita ingin melihat dunia maka membacalah, jika kita ingin dilihat dunia maka menulislah,” tutur Fajra Indratul Fadly Tuanku Kuniang.
Wakil Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kota Pariaman Idrian, S. Kom. CHST pada pembukaan memberikan nasehat agar kader PMII Kota Pariaman harus juga mempelajari ilmu di luar keorganisasian. Seperti ilmu yang dibutuhkan di era medern sekarang. Contohnya teknik digital marketing, desain grafis, konten kreator, dan lainnya. Kader PMII harus mempunyai banyak soft skill.
“Peserta Mapaba yang menjadi kader PMII, jadilah kader yang aktifis lagi kritis. Tidak hanya ikut-ikutan, jangan jadi aktifis bayaran. Kalau memang harus demo, silakan. Tapi sesuai dengan hati nurani rakyat, bukan arahan atau perintah dari senior saja,” ujarnya.
Mapaba dibuka Ketua Cabang PMII Kota Pariaman Annisa Fitri. Mapaba ditutup Minggu (1/1/2026) pukul 23.00 WIB. (R/*)
