KABUT ASAP TEBAL MELANDA BUNGO BERBULAN-BULAN: MASYARAKAT MENDERITA, BELUM ADA PENANGANAN — GUBERNUR ALHARIS: “KABUT DARI ALLAH SWT”

Bungo, 8 Oktober 2026 —MEDIA KPK NEWS INDO. Sudah berbulan-bulan lamanya, wilayah Kabupaten Bungo di Provinsi Jambi terus diselimuti kabut asap yang sangat tebal dan belum menampakkan tanda-tanda akan mereda. Kualitas udara memburuk drastis, menimbulkan dampak kesehatan yang nyata bagi seluruh lapisan masyarakat.

Warga melaporkan keluhan yang dirasakan secara merata: mata terasa perih, berair, pedih, napas menjadi sesak, serta batuk-batuk yang tak kunjung sembuh. Kondisi ini paling berat dirasakan oleh anak-anak, warga lanjut usia, serta mereka yang memiliki riwayat penyakit pernapasan. Udara yang dihirup setiap hari terasa tidak sehat, namun hingga saat ini masyarakat belum mendapatkan perlindungan maupun penanganan yang layak dari pihak berwenang.

Sampai saat ini, belum ada kebijakan maupun langkah konkret yang diambil baik oleh Pemerintah Provinsi Jambi maupun Pemerintah Kabupaten Bungo untuk mengatasi sumber maupun dampak kabut asap ini. Tidak ada rencana penanggulangan, tidak ada sosialisasi kesehatan, dan yang lebih memprihatinkan — belum ada upaya pendistribusian masker pelindung kepada warga, padahal udara yang dihirup sangat membahayakan kesehatan.

Publik pun menyoroti pernyataan serta sikap Gubernur Jambi, Alharis. Di tengah penderitaan rakyat yang semakin memburuk, Gubernur dinilai belum turun langsung ke lokasi maupun menyusun strategi penanganan. Sebaliknya, Gubernur justru terlihat hanya sibuk berfoto-foto di berbagai tempat, dan ketika ditanya soal solusi, ia menyebutkan bahwa kabut asap ini datangnya dari Allah SWT.

Pernyataan ini dinilai tidak memuaskan dan tidak menjawab kebutuhan mendesak masyarakat. Rakyat memahami bahwa segala sesuatu ada atas izin Tuhan, namun demikian, kewajiban pemerintah adalah berikhtiar, bukan sekadar menyerah pada keadaan. Rakyat membutuhkan tindakan nyata: perlindungan kesehatan, upaya mengatasi sumber asap, serta jaminan keselamatan hidup.

Merespons situasi yang semakin kritis ini, kami mendesak:

1. Kepada Pemerintah Kabupaten Bungo — segera ambil kebijakan tanpa menunda lagi: distribusikan masker pelindung secara cuma-cuma kepada seluruh warga, utamanya di daerah terdampak paling parah; siapkan layanan kesehatan gratis bagi warga yang menderita gangguan pernapasan; serta susun langkah tegas menindak sumber-sumber pemicu asap di wilayah Bungo.
2. Kepada Gubernur Jambi Alharis dan Pemerintah Provinsi Jambi — berhenti sekadar berfoto-foto dan berhenti menyembunyikan ketidakberdayaan di balik alasan semata. Turunlah ke lapangan, koordinasikan penanganan lintas kabupaten/kota, alokasikan anggaran penanggulangan bencana asap, dan buktikan bahwa pemerintah hadir untuk melindungi rakyat. Tugas pemimpin bukan hanya menyebutkan nama Tuhan, melainkan berusaha keras menyelamatkan umat-Nya.
3. Kepada seluruh pihak terkait — sampaikan secara terbuka kepada masyarakat rencana kerja yang jelas: apa yang akan dilakukan, kapan dimulai, dan berapa lama penanganan akan berlangsung. Kesehatan dan keselamatan warga adalah hak konstitusional yang wajib dipenuhi, bukan hal yang dibiarkan berlarut-larut tanpa solusi.

Rakyat tidak membutuhkan ucapan yang meyakinkan, melainkan langkah yang menyelamatkan. Kami menantikan tindakan nyata secepatnya.CEO