Warga Pinrang Klarifikasi Isu APMS Maritengngae Disebut Sarang Mafia BBM dan Premanisme

PINRANG — Warga bersama tokoh masyarakat di Kabupaten Pinrang memberikan klarifikasi tegas menanggapi laporan dan desakan penutupan permanen terhadap APMS Maritengngae (76.912.05) yang beredar di ruang digital. Narasi yang menuding fasilitas tersebut sebagai sarang mafia BBM dan premanisme dinilai tidak berdasar dan jauh dari fakta sebenarnya.

Kericuhan bermula ketika suasana di sekitar APMS Maritengngae dipadati oleh warga yang tengah mengantre bahan bakar minyak. Situasi mendadak memanas setelah seorang anggota sebuah lembaga datang dan merekam kegiatan tersebut menggunakan video. Kesalahpahaman spontan pun terjadi antara massa yang mengantre dan anggota lembaga yang bersangkutan.

Melihat situasi yang mulai tersulut emosi, seorang tokoh masyarakat setempat berinisiatif langsung turun tangan ke lokasi. Langkah persuasif ini diambil untuk meredam ketegangan agar tidak meluas.

“Demi menjaga keamanan bersama serta mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, anggota lembaga tersebut diminta meninggalkan lokasi kejadian,” ujar salah satu saksi mata di tempat kejadian.

Menyikapi insiden ini, masyarakat Kabupaten Pinrang berharap aparat penegak hukum serta publik dapat menyikapi persoalan secara objektif dan berimbang. Warga juga mengimbau agar masyarakat tidak langsung mempercayai klaim sepihak atau informasi provokatif yang beredar di internet, demi menjaga kondusivitas keamanan daerah.