CARITA, 23 September 2026 – kpktipikornews-Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melaksanakan kegiatan penyuluhan dan sosialisasi kepada seluruh lapisan masyarakat di Desa Carita, Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, terkait strategi peningkatan kesiapsiagaan, pencegahan, serta penanganan dini apabila terjadi bencana alam gelombang tsunami.
Kegiatan ini diselenggarakan mengingat posisi Desa Carita yang terletak langsung di pesisir pantai dan berhadapan dengan Selat Sunda serta kawasan Gunung Anak Krakatau, sehingga memiliki potensi risiko tinggi terhadap bencana gelombang tsunami yang dapat terjadi sewaktu-waktu.
Dalam penyuluhan tersebut, tim ahli dari BRIN menyampaikan berbagai materi penting, antara lain:
Memahami tanda-tanda awal terjadinya gelombang tsunami, baik berupa getaran gempa bumi yang terasa kuat maupun perubahan air laut secara tiba-tiba
Langkah-langkah evakuasi yang cepat, tepat, dan aman menuju tempat-tempat yang lebih tinggi atau titik kumpul evakuasi yang telah ditetapkan
Sosialisasi jalur evakuasi resmi yang ada di wilayah Desa Carita agar dapat diingat dan dipraktikkan oleh warga, termasuk anak-anak dan warga lanjut usia Cara merespons informasi peringatan dini yang disampaikan melalui sistem peringatan bencana maupun pemberitahuan dari pihak berwenang
Pembentukan dan penguatan kelompok siaga bencana di setiap lingkungan dan kampung agar dapat bergerak cepat saat keadaan darurat
Para warga yang hadir menyambut baik kegiatan ini dan menyatakan sangat membutuhkan informasi serta panduan yang jelas demi keselamatan keluarga dan lingkungan.
Sekretaris Desa Carita, Bapak Yandri, turut memberikan masukan kepada seluruh elemen masyarakat di Kecamatan Carita agar senantiasa mengingatkan dan mengamalkan apa yang telah dipaparkan oleh tim BRIN.
“Kami berharap apa yang telah disampaikan hari ini tidak hanya didengar saja, melainkan dipahami, diingat, dan diterapkan bersama. Saya mengajak seluruh elemen masyarakat, para tokoh, pemuda, dan seluruh warga Kecamatan Carita, untuk saling mengingatkan materi yang telah dipaparkan oleh BRIN, agar kita semua siap dan selamat jika sewaktu-waktu bencana datang,” ujar Bapak Yandri.
“Kami berharap dengan adanya penyuluhan ini, seluruh warga Desa Carita tidak hanya mengetahui cara menghindari bahaya, tetapi juga mampu bertindak tenang, cepat, dan teratur jika bencana datang. Kesadaran dan kesiapan bersama adalah kunci utama untuk meminimalkan kerugian dan menjaga keselamatan nyawa kita semua,” ujar perwakilan tim BRIN.
Kegiatan ini diharapkan dapat terus berlanjut secara berkala, bekerja sama dengan Pemerintah Desa Carita, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta tokoh masyarakat dan tokoh agama, agar kesadaran kesiapsiagaan bencana senantiasa terjaga dan tertanam kuat di hati setiap warga.
Red.mardi
