VII Koto Sungai Sariak, KPK Tipikor news indo.Sabtu 19 September 2026 — Hujan yang turun terus-menerus sejak pagi menyebabkan longsor di jalur penting yang menghubungkan Pasie Laweh, Padang Limau, Ringan-Ringan dengan Bisati, Nagari Bisati, Kecamatan VII Koto Sungai Sariak, Kabupaten Padang Pariaman, Sabtu (19/9/2026).
Longsor terjadi di Korong Ringan-Ringan, Pasie Laweh, sebelum Rajang. Material tanah dari tebing longsor turun ke badan jalan dan mengganggu akses masyarakat yang melintas di kawasan tersebut.
Jalur ini merupakan akses penting bagi masyarakat Pasie Laweh dan Padang Limau menuju Bisati dan Sungai Sariak. Jalur tersebut juga menjadi salah satu akses terdekat yang digunakan masyarakat untuk menjalankan aktivitas sehari-hari.
Wali Nagari Bisati Sungai Sariak, Andreaf Vicoting Petra, S.Psi., telah melaporkan kejadian longsor tersebut kepada BPBD Kabupaten Padang Pariaman untuk mendapatkan penanganan dari pihak terkait.
Masyarakat berharap laporan tersebut segera ditindaklanjuti dengan pengecekan dan penanganan di lokasi, mengingat hujan yang berlangsung terus-menerus dapat meningkatkan risiko longsor susulan.
Kondisi longsor membuat masyarakat khawatir. Warga takut kejadian yang pernah terjadi sebelumnya kembali terulang, terutama apabila hujan kembali turun dalam waktu yang cukup lama.
Masyarakat meminta pemerintah tidak menunggu sampai longsor semakin parah atau akses jalan terputus. Warga berharap dilakukan pemeriksaan terhadap titik-titik rawan di sepanjang jalur tersebut sebagai langkah antisipasi.
Masyarakat meminta perhatian dari Pemerintah Nagari, Pemerintah Kecamatan VII Koto Sungai Sariak, BPBD, Dinas PUPR, serta Bupati Padang Pariaman untuk melihat langsung kondisi jalur tersebut.
Warga berharap penanganan tidak hanya sebatas membersihkan material longsor, tetapi juga dilakukan pemeriksaan terhadap tebing, badan jalan, serta titik-titik lain yang berpotensi mengalami longsor susulan.
Pasalnya, jalur Pasie Laweh–Padang Limau–Ringan-Ringan–Bisati merupakan akses penting masyarakat menuju Bisati dan Sungai Sariak. Jika jalur ini sampai terputus, aktivitas dan mobilitas masyarakat dapat terganggu.
Masyarakat berharap pemerintah segera mengambil langkah antisipasi demi menjaga keselamatan warga serta kelancaran akses transportasi masyarakat.
(Rizal)
