Kapolres OKI Sambut 11 Serdik Sespimen Polri, Karhutla Dibedah dari Pencegahan hingga Trauma Warga

KAYUAGUNG — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tak berhenti ketika api padam. Di balik lahan yang hangus, ada warga yang terdampak, lingkungan yang rusak, serta persoalan pencegahan yang perlu terus dicari jalan keluarnya.

 

Persoalan itulah yang akan didalami 11 peserta didik Sekolah Staf dan Pimpinan Menengah (Sespimen) Polri Dikreg ke-67 Tahun 2026 selama melaksanakan Kuliah Kerja Profesi (KKP) di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI).

 

Kapolres OKI AKBP Eko Rubiyanto, S.H., S.I.K., M.H., menyambut kedatangan tim serdik Sespimen Polri di Mapolres OKI, Kamis, 10 September 2026. Tim tersebut dipimpin Brigjen Pol. Dr. Harryo Sugihhartono, Widyaiswara Kepolisian Utama Tingkat II Sespim Lemdiklat Polri.

 

Sebanyak 11 serdik akan melaksanakan kegiatan di sejumlah kecamatan di Kabupaten OKI hingga 16 September 2026. Mereka akan melihat secara langsung persoalan karhutla, berinteraksi dengan masyarakat, serta menggali berbagai upaya yang dapat memperkuat pencegahan dan penanganan karhutla.

 

Edukasi pencegahan karhutla menjadi salah satu agenda utama. Para serdik juga akan menggelar focus group discussion (FGD) bersama masyarakat dan pemangku kepentingan untuk menggali persoalan serta mencari solusi terhadap ancaman karhutla di wilayah OKI.

 

Pendekatan kemanusiaan turut menjadi bagian dari kegiatan tersebut.

Para serdik akan memberikan trauma healing kepada masyarakat yang terdampak karhutla. Langkah ini menjadi penting karena dampak kebakaran tidak selalu terlihat dari luas lahan yang terbakar. Bagi sebagian warga, asap, kehilangan aktivitas, hingga gangguan terhadap kehidupan sehari-hari dapat meninggalkan tekanan yang membutuhkan pendampingan.

 

Kapolres OKI AKBP Eko Rubiyanto mengatakan penanganan karhutla membutuhkan pendekatan menyeluruh. Pemadaman api merupakan bagian dari penanganan, sedangkan pencegahan dan pemulihan masyarakat harus berjalan beriringan.

 

“Karhutla bukan hanya persoalan memadamkan api. Kita harus mencegah agar api tidak muncul, membangun kesadaran masyarakat, dan memastikan warga yang terdampak mendapatkan perhatian,” katanya

 

Menurut dia, kegiatan KKP serdik Sespimen Polri di OKI menjadi kesempatan untuk melihat secara langsung kompleksitas persoalan karhutla sekaligus memperkuat sinergi antara kepolisian, pemerintah, pemangku kepentingan, dan masyarakat.

 

“Kami menyambut baik kegiatan ini. Kami berharap kehadiran para serdik dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus menghasilkan masukan dan gagasan untuk memperkuat upaya pencegahan serta penanganan karhutla di OKI,” ujarnya.

 

Selama menjalankan KKP, para serdik tidak hanya melakukan pengamatan, tetapi juga terlibat dalam kegiatan edukasi, diskusi, dan pendampingan masyarakat.

Di tengah ancaman karhutla yang berulang, upaya pencegahan menjadi semakin penting. Sebab, keberhasilan penanganan bukan hanya diukur dari seberapa cepat api dipadamkan, tetapi juga dari seberapa kuat masyarakat memahami risiko dan mampu mencegah kebakaran kembali terjadi.

 

Kegiatan KKP 11 serdik Sespimen Polri Dikreg ke-67 Tahun 2026 di Kabupaten OKI akan berlangsung hingga 16 September 2026.

Tim investigasi media : Saipul