Dua Hotspot Terdeteksi, Lahan 2 Hektare di Pelepat Bungo Terbakar

kpktipikornews BUNGO – Dua titik panas (hotspot) terdeteksi di wilayah Kecamatan Pelepat, Kabupaten Bungo. Setelah dilakukan ground check, kedua titik tersebut ternyata berada dalam satu lokasi yang sama dan ditemukan adanya lahan terbakar seluas kurang lebih 2 hektare.
Peristiwa tersebut terjadi di kawasan Simpang Bangko, Desa Rantau Keloyang, Kecamatan Pelepat, Kabupaten Bungo, Selasa (8/9/2026) sekitar pukul 17.30 WIB.
Pengecekan dilakukan menindaklanjuti pantauan hotspot Manggala Agni Kementerian Kehutanan pada 8 September 2026 yang bersumber dari data BMKG, dengan koordinat 102.1093° BT dan -1.6753° LS.
Kegiatan ground check dipimpin langsung Kapolsek Pelepat AKP Charlos Sihombing, bersama personel Polsek Pelepat, di antaranya Aipda Ispendi selaku Bhabinkamtibmas dan Bripda M. Adhitya Maulana H dari Unit Reskrim.
Api Langsung Dipadamkan
Setibanya di lokasi, petugas menemukan adanya lahan yang terbakar dengan luas diperkirakan mencapai ±2 hektare. Kedua hotspot yang terpantau diketahui berada dalam satu lokasi.
Petugas kemudian bersama BPBD Kabupaten Bungo dan Damkar Kecamatan Pelepat berupaya melakukan pemadaman terhadap sisa-sisa percikan api. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah api kembali membesar dan menjalar ke kawasan lainnya.
Petugas juga berkoordinasi dengan Rio/perangkat Dusun setempat serta memasang police line di sekitar lokasi.
Berdasarkan hasil pengecekan awal, pemilik lahan masih dalam penyelidikan. Kebakaran juga diduga terjadi secara tidak disengaja. Namun, kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran.
Kapolsek Pelepat AKP Charlos Sihombing mengatakan, pihaknya langsung melakukan pengecekan setelah mendapatkan informasi mengenai adanya hotspot di wilayah hukumnya.
Menurutnya, penanganan dilakukan bersama instansi terkait guna memastikan titik api dapat segera dikendalikan sehingga tidak meluas.
“Petugas bersama BPBD dan Damkar langsung melakukan upaya pemadaman terhadap sisa-sisa api. Kami juga berkoordinasi dengan perangkat dusun setempat untuk membantu proses penanganan di lokasi,” kata AKP Charlos.
Kapolsek menambahkan, pihaknya masih melakukan penyelidikan terhadap pemilik lahan dan akan meminta keterangan saksi-saksi untuk mengetahui penyebab kebakaran.
“Kami masih melakukan penyelidikan dan berkoordinasi dengan Unit Tipidter Satreskrim Polres Bungo. Pemilik lahan juga akan kami lakukan pendalaman untuk mengetahui kronologi dan penyebab terjadinya kebakaran,” ujarnya.
AKP Charlos juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan, meskipun untuk kepentingan membersihkan areal perkebunan.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan. Jangan anggap remeh titik api sekecil apa pun, karena dapat dengan cepat meluas dan menimbulkan kerugian yang lebih besar. Jika menemukan adanya kebakaran, segera laporkan kepada petugas agar dapat ditangani secepatnya,” tegasnya.
Hingga saat dilakukan pengecekan, api masih dalam proses pemadaman. Titik api sendiri baru berhasil ditemukan sekitar pukul 17.30 WIB.
Sementara itu, akses menuju lokasi di Simpang Bangko, Desa Rantau Keloyang, masih dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.
Polsek Pelepat memastikan proses penyelidikan dan penanganan Karhutla akan terus dilakukan bersama pihak terkait. Masyarakat juga diharapkan berperan aktif mencegah terjadinya kebakaran lahan dengan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu api.
Jangan bakar lahan, jangan buang puntung rokok sembarangan. Satu titik api bisa berubah menjadi bencana jika terlambat ditangani.