PANDEGLANG –kpktipikornews-Dalam upaya melestarikan seni budaya, tradisi pencak silat, serta nilai-nilai religi, DPC KESTI TTKKDH Kecamatan Cigeulis menggelar Kirab Budaya Keceran Cimande yang berlangsung selama dua hari, pada 4–5 September 2026.
Kegiatan tersebut dilaksanakan di Sekretariat DPC KESTI TTKKDH Kecamatan Cigeulis, Padepokan Macan Selatan, Desa Banyuasih, Kecamatan Cigeulis, Kabupaten Pandeglang.
Kirab Budaya Keceran Cimande menghadirkan berbagai kegiatan seni, budaya, dan keagamaan. Mulai dari ibingan pencak silat tradisional, pertunjukan debus, hingga kegiatan religi seperti istighosah dan lantunan ayat suci Al-Qur’an.
Kegiatan berlangsung dengan penuh semangat dan kebersamaan. Kemeriahan acara semakin terasa dengan adanya karnaval dan arak-arakan Kuda Lumping yang menjadi salah satu daya tarik utama bagi masyarakat. Warga Desa Banyuasih dan sekitarnya tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.
Selain berbagai pertunjukan seni dan budaya, kegiatan tersebut juga diisi dengan sejumlah rangkaian inti, di antaranya istighosah dan Rawatan Cimande yang diikuti oleh seluruh keluarga besar KESTI TTKKDH se-Kabupaten Pandeglang, para pinisepuh, serta jajaran pengurus DPP dan DPW KESTI TTKKDH.
Kegiatan Keceran Cimande ini tidak hanya menjadi ajang pelestarian budaya, tetapi juga menjadi sarana mempererat tali silaturahmi antaranggota KESTI TTKKDH, masyarakat, para tokoh budaya, tokoh agama, serta unsur pemerintahan dan keamanan.
Sekretaris Kecamatan Cigeulis, Bapak Ifan Timi Hanafi, turut memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, Keceran Cimande merupakan kegiatan yang sangat luar biasa dan memiliki nilai budaya yang harus terus dijaga dan dilestarikan.
«“Kegiatan Keceran Cimande ini sangat luar biasa. Budaya dan tradisi seperti ini harus terus kita lestarikan agar tetap hidup dan dapat diwariskan kepada generasi penerus,” ujarnya.»
Sementara itu, IPTU H. Hardi selaku Kanit Polsek Cigeulis, menyampaikan bahwa keberadaan kegiatan pencak silat dan pembinaan di Padepokan Macan Selatan sangat membantu dalam upaya pembinaan masyarakat, khususnya generasi muda.
«“Dengan adanya kegiatan silat di Padepokan Macan Selatan, kami sangat terbantu dalam menjalankan tugas, khususnya dalam upaya penanganan kenakalan remaja dan berbagai persoalan kriminalitas lainnya. Semoga ke depan kami dapat terus bersinergi dalam melakukan pembinaan kepada masyarakat,” ungkap IPTU H. Hardi.»
Kirab Budaya Keceran Cimande tersebut juga dihadiri oleh sejumlah tamu penting dan pejabat, di antaranya jajaran DPW KESTI TTKKDH Provinsi Banten, DPD KESTI TTKKDH Kabupaten Pandeglang, Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pandeglang, Sekretaris Kecamatan Cigeulis, unsur Kepolisian, tokoh agama, serta pejabat dan aparatur Desa Banyuasih.
Ketua DPC KESTI TTKKDH Kecamatan Cigeulis, Bapak Umar, mengaku sangat terharu dan bahagia atas suksesnya penyelenggaraan Kirab Budaya Keceran Cimande tersebut.
Menurut Umar, dirinya tidak menyangka kegiatan yang diselenggarakan di Padepokan Macan Selatan tersebut dapat mendapat perhatian dan dihadiri oleh berbagai tokoh, pejabat, serta jajaran pengurus KESTI TTKKDH hingga tingkat Provinsi Banten.
«“Saya merasa sangat terharu dan bahagia. Tidak disangka acara ini bisa dihadiri oleh para pejabat dan pengurus hingga tingkat provinsi. Semoga kegiatan kami ke depan bisa mendapatkan dukungan penuh, baik untuk kegiatan rutin maupun kegiatan tahunan seperti Keceran Cimande ini,” ujar Umar.»
Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama membangkitkan semangat dalam menjaga dan melestarikan budaya warisan leluhur.
«“Hayu urang Banten harudang, urang guar deui tapak karuhun urang.”»
Sementara itu, DPD KESTI TTKKDH Kabupaten Pandeglang melalui Surya Wijaya, S.Sos, menegaskan bahwa KESTI TTKKDH akan terus berkomitmen menjaga dan melestarikan budaya, tradisi, serta nilai-nilai luhur warisan para leluhur.
«“Selama hayat dikandung badan, selama Maulid dirayakan, selama itu pula.
(Red)mardi,
