Jalan Lintas Lubuk Basung–Bukittinggi di Sungai Landia Rusak Parah, 12 Titik Longsor Belum Diperbaiki Sejak 2025

AGAM — Kondisi jalan lintas strategis yang menghubungkan Lubuk Basung dengan Bukittinggi melalui Kenagarian Sungai Landia, Kabupaten Agam, semakin memprihatinkan. Sedikitnya 12 titik di sepanjang jalur tersebut dilaporkan mengalami longsor, jalan terban, dan kerusakan akibat bencana alam sejak 2025.

Hingga Rabu (19/8/2026), sejumlah titik kerusakan tersebut belum mendapatkan penanganan secara menyeluruh. Kondisi ini dikhawatirkan semakin membahayakan keselamatan pengguna jalan sekaligus mengganggu aktivitas perekonomian masyarakat.

Jalur Lubuk Basung–Bukittinggi merupakan salah satu akses penting bagi masyarakat, termasuk petani dari wilayah Lubuk Basung dan Maninjau, untuk mengangkut serta memasarkan hasil pertanian ke Bukittinggi dan daerah sekitarnya.

Kerusakan berupa badan jalan berlubang, jalan terban, serta material longsor yang menutupi sebagian jalur membuat kendaraan harus melaju lebih lambat. Selain meningkatkan risiko kecelakaan, kondisi tersebut juga berpotensi menambah biaya transportasi bagi masyarakat dan pelaku usaha.

Salah seorang pengguna jalan berharap pemerintah segera turun tangan melakukan peninjauan dan perbaikan.

«“Kami sangat berharap kepada pemerintah daerah untuk sesegera mungkin melakukan perbaikan jalan lintas Lubuk Basung via Bukittinggi ini. Karena jalan ini salah satu urat nadi perekonomian masyarakat Lubuk Basung dan Maninjau untuk mendistribusikan hasil tani mereka,” ujarnya.»

Masyarakat Minta Pemerintah Segera Bertindak

Masyarakat dan pengguna jalan berharap Pemerintah Kabupaten Agam serta Pemerintah Provinsi Sumatera Barat segera melakukan pengecekan langsung terhadap titik-titik kerusakan dan mengambil langkah penanganan yang diperlukan.

Perbaikan dinilai penting bukan hanya untuk memperlancar arus transportasi, tetapi juga untuk menjamin keselamatan masyarakat yang setiap hari menggunakan jalur tersebut.

Dengan kondisi kerusakan yang telah berlangsung sejak 2025, masyarakat meminta agar persoalan ini tidak kembali dibiarkan berlarut-larut.

Jalan tersebut merupakan akses vital bagi mobilitas warga dan distribusi hasil pertanian. Karena itu, penanganan terhadap titik longsor dan jalan terban diharapkan menjadi perhatian serius pemerintah sesuai kewenangan masing-masing.

Masyarakat berharap pemerintah segera hadir di lapangan, memastikan kondisi jalan aman dilalui, serta melakukan penanganan permanen terhadap titik-titik yang mengalami kerusakan.
(Jamal)