Kementerian Pertanian RI Resmikan Penanaman Perdana di Lahan Percontohan 111 Hektare, Berbagai Unsur Forkopimda Hadir Dukung Program Strategis Nasional
KPK TIPIKOR NEWS | Berau, Kalimantan Timur
Program ketahanan pangan nasional terus menunjukkan langkah nyata. Kampung Melati Jaya, Kecamatan Gunung Tabur, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, dipercaya menjadi salah satu lokasi percontohan program cetak sawah yang digagas Kementerian Pertanian Republik Indonesia.
Kepala Kampung (Kakam) Melati Jaya, Sutirmo, menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya atas kepercayaan yang diberikan pemerintah pusat kepada Kampung Melati Jaya sebagai lokasi pengembangan kawasan persawahan baru yang direncanakan mencapai 111 hektare.
“Kami menyambut baik program pemerintah pusat ini. Kepercayaan yang diberikan kepada Kampung Melati Jaya merupakan sebuah kehormatan sekaligus tanggung jawab besar untuk mendukung ketahanan pangan nasional,” ujar Sutirmo.
Penanaman Perdana Jadi Tonggak Awal
Pada Jumat, 31 Juli 2026, Kementerian Pertanian Republik Indonesia bersama Pemerintah Kabupaten Berau melaksanakan penanaman bibit padi secara simbolis di atas lahan seluas 2 hektare, sebagai tahap awal dari rencana pengembangan kawasan sawah seluas 111 hektare.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh berbagai unsur pimpinan daerah, di antaranya:
- Wakil Bupati Berau
- Asisten I dan Asisten II Pemerintah Kabupaten Berau
- Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Berau
- Dandim Berau
- Kapolres Berau
- Camat Gunung Tabur
- Kepala Kampung Melati Jaya beserta jajaran
- Tokoh masyarakat dan para undangan lainnya.
Prosesi penanaman bibit unggul padi menjadi simbol dimulainya pembangunan kawasan pertanian yang diharapkan mampu meningkatkan produksi pangan di Kabupaten Berau.
Jawaban atas Tantangan Ketahanan Pangan
Program cetak sawah merupakan salah satu strategi pemerintah melalui Kementerian Pertanian Republik Indonesia dalam memperkuat ketahanan pangan nasional di tengah berbagai tantangan global, mulai dari perubahan iklim, alih fungsi lahan, hingga meningkatnya jumlah penduduk yang berdampak pada kebutuhan pangan.
Sutirmo menjelaskan bahwa Kampung Melati Jaya memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai kawasan pertanian produktif.
Dengan jumlah penduduk yang kini mendekati 200 jiwa, kebutuhan akan bahan pangan terus meningkat sehingga keberadaan kawasan persawahan baru dinilai menjadi solusi jangka panjang.
“Percetakan sawah ini diharapkan mampu memperluas areal pertanian produktif, meningkatkan hasil panen, membuka lapangan pekerjaan, sekaligus memperkuat ketahanan pangan masyarakat,” ungkap Sutirmo.
Dorong Kemajuan Pertanian Berau
Pemerintah Kampung Melati Jaya berharap program strategis nasional ini tidak hanya meningkatkan produksi beras, tetapi juga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui sektor pertanian.
Dengan dukungan pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, Polri, Kejaksaan, serta seluruh elemen masyarakat, kawasan percontohan ini diharapkan menjadi model pengembangan pertanian modern yang dapat diterapkan di wilayah lain di Kabupaten Berau maupun Kalimantan Timur.
Program ini juga menjadi bukti sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mewujudkan visi Indonesia menuju swasembada pangan yang berkelanjutan.
Tim Liputan KPK TIPIKOR NEWS Kalimantan Timur melaporkan bahwa masyarakat Kampung Melati Jaya menyambut antusias dimulainya program tersebut dan berharap pengembangan lahan sawah hingga 111 hektare dapat segera terealisasi sesuai rencana demi meningkatkan kesejahteraan petani dan memperkuat ketahanan pangan daerah. (Marlina Longi )




