Budaya Antri BBM Terulang Kembali di Bumi Khatulistiwa, Warga Desak Penanganan Serius Pertamina

PONTIANAK, Senin, 27 Juli 2026 Fenomena antrean panjang kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) kembali meresahkan masyarakat di berbagai wilayah Kalimantan Barat. Pemandangan kendaraan yang mengular hingga memakan bahu jalan seakan menjadi potret usang yang kembali berulang di tanah yang dijuluki Bumi Khatulistiwa.

 

Kondisi ini tidak hanya memicu kemacetan arus lalu lintas, tetapi juga merugikan aktivitas perekonomian warga yang kian terhambat akibat lamanya waktu yang dihabiskan hanya untuk mendapatkan bahan bakar.

 

Sejumlah warga dan pengendara di lapangan menyuarakan kekecewaan mendalam atas situasi yang terus berulang tanpa solusi permanen ini. Padahal, ketersediaan energi bagi masyarakat daerah merupakan hajat hidup orang banyak yang penanganannya harus berorientasi pada stabilitas dan kepastian pelayanan.

 

Menanggapi keluhan yang kian meluas, desakan keras kini diarahkan langsung kepada PT Pertamina (Persero), khususnya Unit Perbekalan dan Pemasaran atau sektor terkait yang bertanggung jawab langsung terhadap distribusi dan ketersediaan stok di dalam negeri.

 

Masyarakat mendesak agar pihak Pertamina tidak sekadar memberikan pernyataan normatif, melainkan segera mengambil langkah nyata dan penanganan yang serius serta terukur di lapangan.

Tuntutan Penanganan Konkret dari Pertamina

Beberapa poin krusial yang mendesak untuk segera disikapi oleh otoritas terkait meliputi:

Audit Penyaluran Tepat Sasaran: Melakukan evaluasi ketat terhadap sistem distribusi BBM bersubsidi di tingkat SPBU guna memastikan tidak ada kebocoran pasokan atau indikasi penyelewengan yang memicu kelangkaan di tingkat konsumen akhir.

Penambahan Kuota dan Pengawasan Ketat: Mempercepat penyesuaian kuota atau operasi pasar bagi wilayah-wilayah yang mengalami lonjakan permintaan tinggi, disertai pengawasan bersama aparat penegak hukum terhadap pelangsir atau oknum yang memanfaatkan situasi.

Transparansi Informasi: Membuka ruang komunikasi publik yang transparan mengenai kepastian jadwal suplai dan kendala logistik agar masyarakat mendapatkan informasi yang akurat dan tidak terjebak dalam kepanikan (panic buying).

 

Bumi Khatulistiwa sebagai gerbang utama pembangunan regional di Kalimantan Barat semestinya ditunjang dengan infrastruktur energi yang handal dan berkeadilan. Warga berharap pihak Pertamina segera turun tangan mengatasi akar permasalahan ini demi mengembalikan kenyamanan dan stabilitas aktivitas masyarakat luas.

Editor: M.ASRUF.AZ.SE

#perskpknews.com