
Pada tanggal 25 Juli 2026, seorang kepala sekolah di Kabupaten Mesuji. Saat Dihubungi seorang wartawan dari media KPK Tipikor melalui Via WhatsApp., kepala sekolah memberikan peringatan kepada wartawan untuk berhati-hati selama berada di Mesuji. “Mas, hati-hati kalau di Mesuji. Karena mas saat ini lagi dipantau, pesan saya itu aja mas. Karena kita sudah baik mas maka saya kasih tahu,” demikian isi pesan singkat tersebut.
Peringatan yang Membingungkan
Wartawan yang menerima pesan tersebut merasa bingung dan khawatir. Ketika bertanya lebih lanjut mengenai siapa yang memantau dirinya, kepala sekolah tersebut tidak memberikan jawaban yang jelas, hanya menekankan agar wartawan tetap berhati-hati. “Ngak mas itu aja yg penting mas ati-ati aja. Itu aja pesan saya,” tambah kepala sekolah sebelum mengakhiri percakapan dengan alasan masih ada kegiatan lain yang harus dilakukan.
Menjaga Martabat Jurnalis
Situasi ini membuat wartawan dari media KPK Tipikor merasa was-was, terutama karena dirinya merasa tidak memiliki masalah apapun di Mesuji. Demi menjaga martabat dan keselamatan sebagai jurnalis, wartawan tersebut berencana untuk menindaklanjuti peringatan ini agar mendapatkan kejelasan mengenai siapa yang memantau dan apa alasannya.
Kejadian ini menyoroti tantangan dan risiko yang sering dihadapi oleh jurnalis di lapangan, terutama dalam situasi yang tidak jelas dan berpotensi mengancam keselamatan mereka. Upaya untuk menggali informasi lebih lanjut dan mendapatkan perlindungan yang tepat menjadi sangat penting dalam situasi seperti ini. (Red)
