Warga Keluhkan Kekosongan Obat Bius Gigi di Puskesmas Punggur, Minta Dinkes Kubu Raya Evaluasi Pelayanan

KUBU RAYA, Kamis, 11 Juni 2026

 

Pelayanan kesehatan di Puskesmas Punggur, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, mendapat sorotan dari masyarakat. Hal ini terjadi setelah salah satu warga mengeluhkan kekosongan obat bius (anestesi lokal) atau yang biasa disebut “obat sebal” untuk tindakan pencabutan gigi. Akibatnya, pasien terpaksa dialihkan ke Puskesmas Sungai Kakap guna mendapatkan penanganan medis.

 

Kronologi kejadian bermula saat seorang warga bermaksud mengantarkan orang tuanya untuk melakukan tindakan cabut gigi di Puskesmas Punggur. Meskipun status kepesertaan BPJS Kesehatan pasien dalam kondisi aktif, tindakan medis tidak dapat dilakukan di faskes tersebut karena stok obat bius gigi dilaporkan habis. Demi mendapatkan penanganan segera, pihak keluarga akhirnya membawa pasien ke Puskesmas Sungai Kakap dengan status pasien umum (berbayar).

 

“Kami bukan mempermasalahkan soal membayar sebagai pasien umum, karena itu sudah aturan jika pindah faskes. Namun yang kami sesalkan, mengapa fasilitas kesehatan tingkat pertama seperti Puskesmas Punggur bisa lalai sampai kehabisan stok obat bius untuk cabut gigi. Ini sangat menyulitkan masyarakat,” ujar perwakilan keluarga pasien.

 

Menanggapi kejadian tersebut, warga meminta Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Kabupaten Kubu Raya untuk segera turun tangan dan menindaklanjuti persoalan ini. Kekosongan obat-obatan esensial di puskesmas dinilai sebagai bentuk kelalaian manajemen logistik medis yang berdampak langsung pada pelayanan masyarakat.

 

Masyarakat berharap Dinas Kesehatan Kabupaten Kubu Raya dapat melakukan evaluasi dan pengawasan ketat terhadap ketersediaan obat di seluruh Puskesmas, agar kejadian serupa tidak terulang kembali di masa mendatang. Pelayanan kesehatan yang prima dan responsif harus tetap menjadi prioritas utama bagi masyarakat Kubu Raya.

 

(Abah Asruf Aziz.SE#perskpknews.com)