
KUBU RAYA, Selasa, 19 Mei 2026
Bapak Sujiwo, bergerak cepat dalam mengatasi krisis kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar yang sempat melumpuhkan jalur transportasi laut di wilayah tersebut.
Sebelumnya, kelangkaan solar yang parah membuat harga di pasaran melonjak drastis hingga menyentuh angka Rp16.000 per liter.
Dampak dari lonjakan harga dan sulitnya mendapatkan pasokan ini membuat puluhan kapal penumpang (speedboat/motor air) mogok beroperasi.
Beberapa rute vital yang sempat lumpuh total meliputi:

Jurusan Rasau Jaya – Teluk Batang
Jurusan Rasau Jaya – Teluk Melano
Jurusan Rasau Jaya – Batu Ampar
Lumpuhnya operasional kapal ini sempat memicu kekhawatiran warga, mengingat jalur sungai dan laut merupakan urat nadi perekonomian dan mobilitas utama masyarakat antarkabupaten di Kalimantan Barat.
Respons Cepat Menjawab Keluhan Warga
Mendengar jeritan para agen kapal dan masyarakat, Bapak Sujiwo langsung mengambil langkah taktis. Ia segera berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait, termasuk Pertamina, BPH Migas, serta dinas perhubungan setempat untuk mengurai sumbatan distribusi solar dan menstabilkan kembali harga di lapangan.
“Kami tidak bisa tinggal diam melihat urat nadi transportasi masyarakat lumpuh. Solar harus segera tersedia dengan harga yang wajar agar roda ekonomi masyarakat kembali berputar,” ujar Sujiwo dalam sela-sela peninjauan lapangan.
Berkat komitmen dan gerak cepat (gercep) tersebut, pasokan solar ke dermaga-dermaga utama berhasil dipulihkan dalam waktu singkat.
Harga solar yang sempat melambung tinggi kini berangsur normal, dan kuota untuk para penyedia jasa transportasi air kembali terpenuhi.
Apresiasi dari Masyarakat dan Nahkoda Kapal
Langkah nyata yang ditunjukkan oleh Bapak Sujiwo ini mendapat apresiasi dan acungan jempol dari berbagai pihak, mulai dari pemilik kapal, nahkoda, hingga masyarakat pengguna jasa transportasi laut.
Salah satu perwakilan motoris kapal jurusan Teluk Batang, mengungkapkan rasa terima kasihnya yang mendalam atas respons cepat ini.
“Kami sangat mengapresiasi dan berterima kasih kepada Bapak Sujiwo. Kemarin kami sempat pasrah karena harga solar Rp16.000 itu mencekik sekali, tidak menutup biaya operasional.
Alhamdulillah, karena beliau langsung turun tangan, sekarang solar sudah ada lagi dan kapal-kapal sudah bisa jalan normal,” ungkapnya lega.
Pantauan di lapangan saat ini menunjukkan aktivitas di dermaga keberangkatan domestik Kubu Raya sudah kembali bergeliat.
Kapal-kapal penumpang menuju Teluk Batang, Teluk Melano, dan Batu Ampar kini sudah beroperasi secara reguler untuk melayani masyarakat seperti sedia kala.
(Abah M.Asruf Aziz.SE), perskpknews.com
