KUBU RAYA , Selasa, 19 Mei 2026
Aktivitas belajar mengajar di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 22 Parit Selatan, RT.002 RW.003 Desa Mega Timur, Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya, kini berada dalam kondisi memprihatinkan.

Keberadaan kandang ayam yang beroperasi tepat berdampingan dengan area sekolah menimbulkan bau tak sedap yang menyengat serta memicu ledakan hama lalat di lingkungan sekolah.
Kondisi ini tidak hanya mengganggu konsentrasi belajar, tetapi juga mengancam kesehatan ratusan murid.
Berdasarkan laporan di lapangan, situasi paling parah terjadi saat jam istirahat atau ketika anak-anak sedang menikmati program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Ribuan lalat tampak menyerbu dan berterbangan di sekitar makanan siswa, yang sangat berpotensi memicu penularan penyakit saluran pencernaan seperti diare, kolera, dan muntaber.
“Bau kotoran ayam sangat menyengat sampai ke dalam ruang kelas. Ditambah lagi kalau anak-anak sedang makan, lalat langsung menyerbu.
Ini sudah sangat tidak sehat dan mengganggu psikologis serta kenyamanan anak-anak dalam belajar,” ujar salah satu perwakilan pihak yang peduli terhadap kondisi sekolah tersebut.
Jika terus dibiarkan tanpa ada tindakan tegas, dampak fatal terhadap kesehatan massal anak-anak didik di SDN 22 Parit Selatan tinggal menunggu waktu.
Selain mengorbankan hak anak untuk mendapatkan lingkungan belajar yang bersih dan sehat, kelalaian ini juga dapat mencoreng program peningkatan gizi anak sekolah yang sedang digalakkan.
Oleh karena itu, pihak sekolah bersama orang tua murid mendesak dan memohon dengan sangat kepada instansi terkait, khususnya Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kubu Raya dan Pemerintah Kabupaten Kubu Raya, untuk segera turun ke lapangan guna menindaklanjuti masalah ini.
Masyarakat meminta pemerintah daerah segera mengevaluasi izin operasional kandang ayam tersebut, memberikan sanksi, atau merelokasi tempat usaha yang tidak memenuhi amdal pemukiman dan fasilitas pendidikan ini. Jangan sampai ada korban jiwa atau wabah penyakit terlebih dahulu baru tindakan diambil.
perskpknews.com

