Simbol Keberagaman, Pembangunan Rumah Betang Pertama di Pontianak Utara Resmi Dimulai
Pontianak ,11 Mei 2026
Sejarah baru tercipta di Bumi Khatulistiwa. Walikota Pontianak Ir.Edi Rusdi Kamtono.MM.,MT secara resmi melakukan prosesi penancapan tiang pertama pembangunan Rumah Betang Radakng Samilik di Pontianak Utara. Proyek monumental yang diprakarsai oleh tokoh masyarakat, Marsianus Mustam, S.H., ini menjadi simbol kuat harmonisasi antar-etnis di Kota Pontianak.
Acara yang berlangsung khidmat ini tidak hanya menjadi milik masyarakat Dayak, tetapi juga menjadi panggung persatuan. Kehadiran para pemuka budaya dari berbagai etnis—mulai dari Melayu, Tionghoa, Madura, Bugis, hingga Jawa—menegaskan bahwa Rumah Betang bukan sekadar bangunan fisik, melainkan wadah integrasi sosial.

Dalam sambutannya, Marsianus Mustam, S.H. selaku inisiator menyampaikan bahwa pembangunan ini merupakan kerinduan panjang masyarakat akan adanya pusat pelestarian budaya Dayak di wilayah Pontianak Utara.
- “Rumah Betang Radakng Samilik ini adalah rumah besar kita bersama. Di sini kita akan belajar tentang filosofi kebersamaan, gotong royong, dan bagaimana hidup berdampingan dalam perbedaan,” ujar Marsianus.Mustam.SH
Walikota Pontianak dalam arahannya memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas inisiatif ini. Beliau menekankan bahwa Pemerintah Kota sangat mendukung pembangunan pusat-pusat kebudayaan yang mampu memperkuat daya tarik wisata sekaligus menjaga stabilitas sosial di Pontianak.
Dasar Pemikiran Pembangunan Sebagai:
- Fungsi: Pusat edukasi budaya, sanggar seni, dan ruang pertemuan lintas etnis.
- Filosofi: Desain bangunan tetap mempertahankan pakem arsitektur tradisional Dayak namun diadaptasi dengan kebutuhan modern.
- Nilai Strategis: Menjadi ikon baru pariwisata di Pontianak Utara.
Prosesi penancapan tiang diakhiri dengan doa bersama yang dipimpin oleh para tokoh lintas agama, menandai dimulainya pengerjaan fisik bangunan. Kehadiran Rumah Betang Radakng Samilik ini diharapkan menjadi warisan berharga bagi generasi muda untuk tetap mencintai akar budaya di tengah arus modernisasi.
Editor: Abah Asruf Azis.SE, perskpknews.com
Sumber Berita: Marsianus Mustam.SH
