Dr. Adrian Tawai Pimpin 40 Tamalaki Gemparkan HUT Sultra: Ini Bukan Atraksi, Tapi Jati Diri Tolaki
KENDARI, PersKpkNews.com – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) yang Ke-62 kini Pasukan Tamalaki, organisasi sayap Dewan Pengurus Pusat (DPP) Lembaga Adat Tolaki (LAT) Sulawesi Tenggara, mencuri perhatian dalam Pawai Budaya HUT ke-62 Sultra di Kendari, Sabtu (26/4/2026).
Barisan tersebut, Dipimpin langsung oleh Komandan Pasukan Tamalaki DPP LAT Sultra, Dr. Adrian Tawai, S.Sos., M.Si., 40 kesatria Tolaki berbusana adat lengkap menampilkan tarian perang dari Tugu MTQ hingga Eks MTQ. Ribuan warga bersorak menyambut wibawa taawu dan salawu yang dibawa pasukan.
Dengan babonggo di kepala, salawu hitam bersulam emas, dan saliara di tangan, Pasukan Tamalaki menghidupkan roh ksatria penjaga Wonua Anoa Kalosara. Gerakan tarian perang yang tegas dan berwibawa menjadi magnet utama pawai.
Dr. Adrian Tawai, selaku Komandan Pasukan Tamalaki DPP LAT Sultra sekaligus Wakil Ketua Umum Bidang Organisasi, Keanggotaan, Pemuda dan Ketamalakian DPP LAT, melepas langsung pasukannya.
Usai memimpin pawai, Dr. Adrian Tawai menegaskan posisi Tamalaki dalam konteks ke-Sultra-an dan ke-Indonesia-an:
“Kami turun ke jalan bukan sekadar atraksi. Ini adalah amanah leluhur. Tamalaki adalah ksatria Tolaki, penjaga Wonua. Di HUT Sultra ke-62 ini, kami ingin tegaskan: adat tidak mati. Tamalaki hidup, berdiri di garda terdepan menjaga marwah, kearifan lokal, dan harga diri Tolaki.
Latihan sepekan 40 personel ini adalah bentuk cinta kami pada Sultra. Tarian perang bukan untuk menakut-nakuti, tapi pengingat bahwa negeri ini pernah dijaga dengan darah dan air mata. Hari ini kami jaga dengan budaya.

Pesan saya jelas: Tamalaki tidak tunduk kecuali pada kebenaran dan keadilan. Kami akan kawal Sultra dari jalanan, dari adat, sampai ke ruang-ruang kebijakan. Selama pemerintah berpihak pada rakyat, Tamalaki ada di depan. Jika melenceng, Tamalaki yang pertama mengingatkan.
Inilah cara kami mencintai Sultra dan NKRI. Wonua aman, Indonesia kuat.” tegas Dr. Adrian yang merupakan Komandan Pasukan LAT tersebut.
Sementara itu, Ketua Umum DPP LAT yang juga Mokole (Raja) Konawe ke-34, Dr. Lukman Abunawas, S.H., M.Si., M.H., mengapresiasi langkah taktis itu.
“Pawai budaya ini momentum untuk memperkenalkan jati diri Tolaki ke publik. Tamalaki sebagai garda terdepan adat harus hadir menjaga marwah dan kearifan lokal kita,” ujar Lukman Abunawas.
Pawai Budaya HUT Sultra ke-62 tahun ini diikuti oleh ribuan peserta dari 17 kabupaten/kota, paguyuban, pelajar, dan organisasi masyarakat. Kegiatan berlangsung meriah dan aman dengan pengawalan aparat gabungan TNI-Polri.
Pawai Budaya HUT Sultra ke-62 menutup rangkaian dengan pesan yang lebih dalam dari sekadar kemeriahan. Ketika Pasukan Tamalaki melintas, publik menyaksikan Pasal 18B ayat (2) UUD 1945 bekerja di jalanan: negara mengakui, adat menghidupi.
Dengan pernyataan Dr. Adrian Tawai bahwa “Tamalaki kawal Sultra dari jalanan sampai kebijakan” adalah penegasan legal pluralism yang sehat. Ke depan, sinergi Pemprov Sultra dan DPP LAT di bawah Mokole Konawe ke-34 Lukman Abunawas menjadi tolok ukur: pembangunan yang maju adalah pembangunan yang berakar. Sebab negeri yang besar, kata Tamalaki, adalah negeri yang tak kehilangan jati dirinya.
Laporan: Aby Razak
