Perskpknews.com PANGKEP – Bencana tanah longsor yang dipicu luapan arus Sungai Kali Bersih akibat cuaca ekstrem disertai angin kencang menimpa tiga rumah warga di Jalan Jenderal Sukawati, Kelurahan Padoang Doangan, Kecamatan Pangkajene, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), pada Kamis malam, 19 Februari 2026.
Peristiwa tersebut mengakibatkan bagian belakang rumah warga amblas dan tergerus arus sungai. Tiga rumah warga terdampak yakni Syahriah Nur, Hj. Ramlah, dan Indong. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun kerusakan material cukup signifikan.
Longsor terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah Pangkep selama beberapa jam, menyebabkan debit air Sungai Kali Bersih meningkat drastis. Arus yang deras menggerus bantaran sungai hingga mengakibatkan tanah di bawah pondasi rumah warga runtuh.
Diperkirakan kerugian material mencapai ratusan juta rupiah, meliputi kerusakan pondasi rumah, dinding, perabotan rumah tangga, serta terancamnya struktur bangunan yang tersisa.

Mendapat laporan dari Ketua RW Jalan Jenderal Sukawati, Saharuddin, Lurah Padoang Doangan, Ilham, SE, langsung meninjau lokasi kejadian pada malam yang sama.
“Kami bergerak cepat setelah menerima laporan warga. Prioritas kami memastikan keselamatan warga dan segera berkoordinasi dengan instansi terkait untuk penanganan lebih lanjut,” ujar Ilham kepada awak media.
Selanjutnya, Tim Investigasi KPK Tipikor Sulawesi Selatan, Chemal Rusanda, turut memfasilitasi komunikasi dan pengajuan bantuan kepada instansi terkait, yakni BPBD Kabupaten Pangkep, Dinas Sosial Kabupaten Pangkep, serta Dinas Pekerjaan Umum (PU) Pomprengang Jene’berang Makassar.
Pada Senin, 23 Februari 2026 pukul 08.00 WITA, Staf PU Pomprengang Jene’berang Makassar, Armin, melakukan peninjauan langsung ke lokasi terdampak. Beberapa jam kemudian, Kepala BPBD Pangkep, Akbar Yunus, juga turun langsung menemui korban serta meninjau kondisi struktur tanah dan bangunan.

“Kami akan melakukan kajian teknis bersama pihak PU untuk menentukan langkah penanganan darurat maupun jangka panjang, termasuk kemungkinan pembangunan talud penahan tanah,” jelas Akbar Yunus.
Sebagai bentuk kepedulian, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Pangkep, Jaenal Sanusi, S.STP., M.Si., menyerahkan bantuan kemanusiaan kepada tiga kepala keluarga berupa paket kebutuhan pokok dan perlengkapan darurat.
Penyaluran bantuan tersebut didampingi Lurah Padoang Doangan serta pengurus Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan.
“Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban korban untuk sementara waktu sambil menunggu penanganan lanjutan,” ungkap Jaenal Sanusi.

Pemerintah daerah melalui BPBD mengimbau masyarakat yang bermukim di bantaran sungai agar meningkatkan kewaspadaan, terutama saat intensitas hujan tinggi.
Warga diminta segera melapor kepada aparat kelurahan atau BPBD apabila melihat tanda-tanda pergerakan tanah, retakan dinding, atau peningkatan debit air yang tidak wajar.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk lebih waspada terhadap potensi bencana, khususnya di musim penghujan. Keselamatan jiwa adalah yang utama,” tegas Lurah Ilham.
Saat ini, pemerintah daerah bersama instansi teknis masih melakukan pendataan lanjutan serta kajian konstruksi untuk mencegah terjadinya longsor susulan di wilayah tersebut.
Liputan: Redaksi KPK TIPIKOR News Sulawesi Selatan. Chemal Rusanda
