Diduga Lemahnya Pengawasan Polsek Pelepat, Ratusan Excavator Tambang Emas Ilegal Bebas Melintas ke Batu Kerbau

Bungo, Jambi –Sabtu.14/02/2026. KPK News. Aktivitas tambang emas ilegal tanpa izin (PETI) di wilayah Batu Kerbau, Kecamatan Pelepat, Kabupaten Bungo, kembali menjadi sorotan publik. Ratusan alat berat jenis excavator diduga bebas keluar masuk menuju lokasi tambang tanpa hambatan berarti, meskipun harus melintasi jalur yang berada tidak jauh dari kantor Polsek Pelepat.

Kondisi ini memicu pertanyaan besar dari masyarakat terkait lemahnya pengawasan aparat penegak hukum di wilayah tersebut.
Alat Berat Diduga Masuk Setiap Malam
Salah seorang tokoh masyarakat setempat yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa aktivitas keluar masuk alat berat terjadi hampir setiap malam. Ia bahkan mengaku memiliki rekaman CCTV di depan rumahnya yang memperlihatkan iring-iringan excavator menuju lokasi tambang.

Setiap malam alat berat masuk. Terlihat jelas dari CCTV rumah saya. Sepertinya tidak ada hambatan saat mereka melintas, padahal jalurnya melewati arah kantor Polsek,” ujarnya.

Menurutnya, situasi tersebut menimbulkan tanda tanya besar di tengah masyarakat. Pasalnya, jumlah alat berat yang masuk bukan hanya satu atau dua unit, melainkan bisa mencapai puluhan hingga ratusan dalam kurun waktu tertentu.

Aktivitas PETI Kian Terang-Terangan
Praktik Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di kawasan Batu Kerbau disebut-sebut semakin masif dan terorganisir. Warga menduga ada pembiaran sistematis karena aktivitas itu berlangsung terus-menerus tanpa penindakan signifikan.
Padahal, aktivitas tambang ilegal berpotensi merusak lingkungan, mencemari aliran sungai, serta mengancam keselamatan masyarakat sekitar. Selain dampak ekologis, keberadaan PETI juga dinilai merugikan negara dari sisi pendapatan dan berpotensi memicu konflik sosial.

Masyarakat Pertanyakan Sikap Aparat
Sejumlah warga mulai mempertanyakan keseriusan aparat dalam menindak praktik tambang ilegal tersebut. Mereka menilai aparat penegak hukum, khususnya di tingkat kepolisian sektor, seharusnya mampu mendeteksi dan menghentikan mobilisasi alat berat yang dilakukan secara terbuka.
“Kalau memang tidak ada pembiaran, kenapa alat-alat besar itu bisa bebas lewat? Ini bukan kendaraan kecil, ini excavator,” ungkap warga lainnya.

Masyarakat berharap ada transparansi dan tindakan tegas dari aparat penegak hukum. Mereka juga meminta pihak berwenang di tingkat kabupaten maupun provinsi turun langsung melakukan investigasi menyeluruh agar persoalan ini tidak terus berlarut.
Desakan Investigasi dan Penertiban
Tokoh masyarakat dan sejumlah elemen sipil mendesak agar dilakukan pemeriksaan internal terhadap dugaan kelalaian pengawasan. Jika terbukti ada unsur pembiaran atau pelanggaran prosedur, mereka meminta agar diberikan sanksi tegas sesuai aturan yang berlaku.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Polsek Pelepat belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan lemahnya pengawasan terhadap aktivitas PETI di Batu Kerbau.
Kasus ini menjadi ujian serius bagi komitmen penegakan hukum terhadap praktik tambang ilegal di Kabupaten Bungo. Publik kini menunggu langkah konkret aparat untuk memastikan supremasi hukum benar-benar ditegakkan tanpa pandang bulu. Tim